Pedagang Pasar Kedondong: Jangan Ambil Salar Saja, Tapi Sampah Tak Diurus!

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kedondong (HS) – Tumpukan sampah Pasar Kedondong, Kabupaten Pesawaran, masih membuat orang kesal. Para pedagang dan pengunjung menampakkan kekecewaan mereka atas pengelolaan sampah di tempat tersebut.

BACA JUGA: Waduh, Tumpukan Sampah di Pasar Kedondong

Mereka menilai, pihak yang bertanggungjawab atas sampah sepertinya sengaja membiarkan tumpukan sampah di pasar. “Bau busuk, pasar juga kumuh. Lalat juga ngumpul, terbang ke dagangan. Kami yang jual makanan ini terganggu sekali,” ujar Ibu Mar, salah satu pedagang.

Terlebih ketika petugas kebersihan bukan memindahkan tetapi membakar sampah di tempat penampungan sampah sementara (TPS). “La bau dan asapnya kan mengganggu,” tambah Zumiaroh, pedagang lainnya.

BACA JUGA: Gegara Sampah, Camat Kedondong Intimidasi

Sumianto, pedagang lainnya, benar-benar kecewa dengan pengelolaan sampah di Pasar Kedondong. Selama ini, dia mengaku membayar salar (retribusi kebersihan) sebesar Rp10.000 per hari. “Kami bayar, ya diurus sampahnya. Jangan dibakar begitu!” katanya kesal.

Pengunjung juga mengaku terganggu dengan bau sampah. “Tapi ya saya kan tetap harus belanja. Terima saja,” kata seseorang yang enggan disebut namanya.

Pengakuan mantan pengurus sampah di Pasar Kedondong, dulu pengelolaan sampah berjalan baik. Bahkan sudah punya lahan sendiri untuk penampungan sampah. “Tempat pembuangan Sampah Akhir (TPSA) ada kok, lokasi nya di Desa Suka Maju (Robo),” katanya.

Meski dia juga mengakui kalau terkendala sarana dan prasarana seperti ketiadaan truk pengangkut sampah. “Kita masih memakai dari Kecamatan Gedong Tataan. Selain membersihkan sampah, Saya bertanggung jawab menarik uang salar dari pedagang,” dia menjelaskan.

Dia menuturkan, seharusnya sudah ada truk pengangkut sampah seperti dijanjikan Kabupaten pada bulan Juni tahun lalu. “Tapi sudah setahun, kenapa belum ada truknya sampai sekarang,” katanya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com