Pemkab Melalui Bappelitabang Evaluasi Index Daya Saing Daerah Bersama OPD Teknis

Bagikan

Kota Agung – Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Bappelitbang beberapa waktu yang lalu melakukan rapat IDSD (Indeks Daya Saing Daerah) bersama OPD teknis.

Acara dibuka oleh Sekretaris Bappelitbang Kab. Tanggamus, Bastanta Sebayang, SP.,MM. Beliau memberikan tanggapan bahwa IDSD yang diharapkan dapat menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya melalui peningkatan produktifitas, nilai tambah dan persaingan baik domestik maupun internasional  demi kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan. IDSD juga dapat diartikan sebagai refleksi tingkat produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah. Pentingnya IDSD sebagai alat untuk menilai keberhasilan suatu daerah untuk dapat bersaing dengan daerah lain dan mendukung daya saing nasional.

Disamping itu Kepala Bidang Litbang, Hasriansyah Siregar,SE, menambahkan tujuan IDSD adalah dalam mengukur pencapaian seluruh aktivitas di daerah dalam memanfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menciptakan daya saing dan kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan sebagai upaya untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia. Menjadikan dasar dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah.

Dalam akhir acara, Kasubbid Litbang Inovasi dan Teknologi, Novri Ilmiawan,S.TP.,M.Si berpesan agar OPD teknis terkait agar dapat menyampaikan data/laporan yang kiranya dapat mendukung IDSD 2021. Laporan/data seperti masukan dan saran untuk pengembangan laporan dalam menggambarkan potensi yang memiliki untuk menilai keberhasilan Kabupaten Tanggamus.

Untuk di ketahui bahwa hasil pemetaan IDSD RISTEK-BRIN 2020 Kabupaten Tanggamus adalah 1,85056 ( ketegori SEDANG ), dan berdasarkan hasil Verifikasi IDSD RISTEK-BRIN 2021 capaian Kabupaten Tanggamus sebesar 2,42935 ( kategori SEDANG ),dengan rincian sebagai berikut : dari 97 Indikator ( Pemetaan Dimensi, Pilar dan Aspek ), 62 Indikator SESUAI,  7 Indikator TIDAK SESUAI ( data dukung dll ) dan sebanyak 28 Indikator tidak memiliki data dukung dll.

Kedepan, yang menjadi tugas bersama adalah bagaimana menyusun strategi guna meningkatkan daya saing daerah, diantaranya dengan memetakan potensi daerah, memperkuat infrastruktur ekonomi, meningkatkan kualitas SDM serta melakukan berbagai Inovasi diberbagai aspek, baik tata kelola pemerintah maupun pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. Bappelitbang, 21 Oktober 2021. (Adv)

https://www.hariansumatera.com