Bupati Tanggamus Buka Pelatihan Tata Kelola Desa untuk Dukung Koperasi Merah Putih

Bagikan Berita

TANGGAMUS (HS) – Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi, membuka Pelatihan Tata Kelola Pemerintahan Desa dalam Mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Provinsi Lampung Angkatan III dan IV Tahun 2026 di Gedung Krakatau Balai Pemerintahan Desa Provinsi Lampung, Selasa (2/06/2026).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 84 peserta dari Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu tersebut dihadiri Kepala Balai Pemerintahan Desa Provinsi Lampung beserta jajaran, perwakilan Kementerian Dalam Negeri.

Mendampingi Bupati, Asisten II Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya M, Plt. Kadis Koperindag Bayu Mahardika, Kadis PMD Arpin, dan Kabag Protokol Hendra Ferry serta TA Asistensi Bupati Tanggamus.

Peserta pelatihan terdiri dari kepala pekon dan lurah, sekretaris pekon dan kelurahan, ketua BUMDes, serta ketua Koperasi Desa Merah Putih dari kedua kabupaten.

Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bergantung pada ketersediaan modal, tetapi juga tata kelola pemerintahan desa yang baik, bersih, dan akuntabel.

“Koperasi Desa Merah Putih adalah program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa. Kunci suksesnya bukan hanya modal, tetapi tata kelola pemerintahan desa yang baik, bersih, transparan dan akuntabel,” kata Saleh Asnawi.

Menurutnya, kepala pekon, sekretaris desa, pengelola BUMDes, dan perangkat desa harus memiliki visi yang sama untuk mewujudkan desa maju melalui koperasi yang sehat dan profesional.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menitipkan tiga pesan penting kepada peserta pelatihan, yakni memahami seluruh regulasi pengelolaan koperasi, mengutamakan semangat gotong royong dalam pengelolaannya, serta terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi unggulan desa masing-masing.

“Transparansi laporan keuangan itu wajib, bukan pilihan. Jangan sampai niat baik membangun pekon justru menjadi temuan BPK atau aparat penegak hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan, koperasi harus menjadi wadah ekonomi yang benar-benar dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat desa.

“Lihat potensi desa masing-masing. Tanggamus punya kopi dan pariwisata, sementara Pringsewu memiliki potensi ubi dan UMKM. Jadikan koperasi sebagai motor untuk mengolah, mengemas, dan memasarkan produk desa agar nilai jualnya meningkat,” ujarnya.

Saleh Asnawi turut mengapresiasi Kepala Balai Pemerintahan Desa Provinsi Lampung Satria Gunawan memfasilitasi kegiatan ini selama 4 hari.

Seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu Pengelolaan KDMP yang diperoleh di wilayah masing-masing.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Tanggamus secara resmi membuka pelatihan didampingi Kepala Balai Pemdes dan berharap kegiatan ini mampu melahirkan pengelola pemerintahan desa dan koperasi KDMP yang profesional, amanah, serta berdaya saing guna mewujudkan desa mandiri dan ekonomi kerakyatan yang kuat. (*/

https://www.hariansumatera.com