Waduh Baunya, Sampah Menumpuk di Pasar Kedondong Pesawaran

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pesawaran (HS) – Pedagang dan pembeli di Pasar Baru, Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, mengeluhkan persoalan sampah, yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), tepat di depan sisi kanan pasar.

Selain menumpuk karena tidak segera diangkut, keberadaan sampah menimbulkan bau tidak sedap serta membuat pemandangan menjadi kumuh.

Mega (41), pengunjung pasar, menyebut keberadaan sampah di sana menjijikkan. Tidak hanya membuat pemandangan jadi tak nyaman, bau sampah juga membuatnya mual.

“Saya baru pertama kali ini ke pasar ini, kebetulan belanja kebutuhan dapur dengan mertua saya, kok sampahnya penuh terus. Apa tidak diangkut atau gimana itu. Baunya yang bikin tidak tahan,” katanya, Jum’at (3/07/20).

Hal yang sama pedagang pasar setempat yang tidak bersedia namanya di sebutkan, kesal lantaran pengangkutan sampah di sana tidak setiap hari. Bahkan, kata dia, belakangan petugas sampah datang selama seminggu sekali.

Akibatnya, sampah di sana menggunung.

“Lihat saja, sampah sampai sebanyak itu. Jelas sangat mengganggu baik pedagang maupun pembeli,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pembeli enggan mampir ke lapak dagangannya di karenakan aroma busuk tumpukan sampah.

“Gimana nanti dagangan saya mau laku kalau dekat sampah begini. Belatungnya juga banyak. Sebaiknya pihak pasar menutup akses dari TPS atau pindahkan ke belakang pasar, karena selama ini memang tidak ada pembeli yang lewat situ. Baunya itu yang bikin nggak tahan,” Ketusnya. (Efri).

2 thoughts on “Waduh Baunya, Sampah Menumpuk di Pasar Kedondong Pesawaran

  • Sabtu 4 Juli 2020 pada 05:41
    Permalink

    Jujur ya kalo gua lewat situ suka pengen muntah
    Kadang gua berfikir ni tempat jual beli apa tempat buang sampah.
    Terkadang gua sering denger nih penjual di pinta uang kebersihan.
    Tapi…
    Pasti pikiran lo sama seperti gua..?
    Yg bersih itu apanya.
    Sampahnya apa uangnya..
    😂😂😂
    Udah ah takut salah
    Maaf ye..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com