Masyarakat Sesalkan Pejabat Mesuji Rayakan Tahun Baru di Bandar Lampung

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mesuji –  Para pejabat Pemerintah Kabupaten Mesuji dianggap tidak peduli dengan masyarakat saat menyambut pergantian tahun baru 2017. Warga mempersoalkan ketidakpeduliannya karena mengutip laman facebook yang menyatakan para pejabat justru menyambut tahun baru di Bandar Lampung.

Sejumlah pejabat teras Kabupaten Mesuji memilih mencari gaya masing-masing dalam merayakan malam pergantian tahun d isalah satu hotel ternama yang ada di Bandar Lampung.

Predy, salah satu warga Desa Brabasan Kecamatan Tanjung Raya sangat menyesalkan tidak adanya perayaan yang biasanya diadakan Pemkab Mesuji, Karena baru kali ini Pemkab Mesuji sama sekali tidak mengadakan kegiatan bersama masyarakat,di banding tahun-tahun sebelumnya dimana menjelang pergantian tahun selalu mengadakan Istgosah serta berdoa bersama.

“Pantas saja mereka tidak mengadakan acara karena mereka sudah punya agenda sendiri di kota Bandar Lampung.Baru kali ini perayaan tahun baru di Mesuji tidak mengadakan kegiatan apapun, baik itu istiqosah atau kegiatan lainnya dalam menyambut pergantian tahun,” jelasnya,saat melihat akun Facebook milik Maruli Papinya Dafra.

Seharusnya siapapun yang menjabat di Mesuji tentunya harus dekat dengan masyarakat dan mengadakan kegiatan yang bersifat positif bukan diadakan diluar Mesuji apalagi diadakan di hotel dengan tarif lumayan mahal.

Padahal masyarakat ingin sekali menyambut pergantian tahun bersama Pemerintah bukan mengadakan acara diluar Mesuji.

“Sudah Waterboom siang harinya tutup, malam pergantian tahun baru tidak ada kegiatan sudah seperti anak hilang kami di sini. Jauh dari yang kami harapkan tidak ada pesta kembang api seperti Kabupaten lainnya tidak apa–apa minimal ada kegiatanlah dari pemkab.

Berbeda dengan Bupati non aktif Khamami meski tengah cuti, ia tetap mengadakan istigosah dan do’a bersama di posko Khamami- Saply”. lanjutnya.

Dikutip dari Akun Facebook milik Maruli Papinya Dafra menyatakan bahwa malam tahun baru kemarin, hampir semua kepala SKPD Kabupaten Mesuji di sebuah hotel di Bandar Lampung, membooking 40 kamar, sewa kamarnya saja Rp1,2 jt perkamar.

“Sementara Masyarakat Mesuji mau rekreasi di Waterboom Taman Kehati ditutup karena belum selesai. Katanya PNS pelayan masyarakat, masyarakat mana,” tutupnya. Hendriza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com