Kampung Karya Cita Abadi Diabaikan Pemda

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tulangbawang (HS), – Kampung Karya Cipta Abadi (KCA)  Rawajitu Selatan kabupaten Tulangbawang, Lampung terabaikan dalam pembanguannya. Kampung KCA telah beberapa tahun  definitif, namun sampai saat ini belum mendapatkan bantuan Dana Desa maupun bantuan lainnya dari pemerintah untuk melakasanakan pembangunannya.

Berbeda dengan Kampung lainnya dikabupaten Tulangbawang, masyarakat kampung  bergotong royong membangun desa dengan memanfaatkan Dana Desa, sementara di kampung KCA masyarakat bergotong royong hanya dengan modal semangat.

Andi Samsul ketua BPK KCA saat dihubungi Media “hariansumatera.com” membenarkan bahwa kampung  KCA, tahun  2018 tidak ada pembangunan, masalahnya  bantuan Dana Desa dari pemerintah yang nilainya ratusan juta rupiah  tidak ada, tidak jelas permasalahannya kenapa, padahal sebagai kampung definitif kampung KCA memiliki hak yang sama seperti kampung lain untuk mendapatkan Dana Desa, ungkap Andi Selasa  (2/10/2018).

Kampung KCA ini merupakan lahan gambut membutuhkan banyak dana bantuan pemerintah untuk  melakukan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan msyarakat seperti pos Kesehatan dan lainya.

“Kampung ini miskin akan bertambah miskin jika tidak mendapat kan kucuran Dana Desa,  kami minta pemda Tulangbawang membina kampung KCA, jangan terkesan dianak tirikan.” kata Andi.

Andi menambahkan carut marut pemerintahan kampung ini terjadi sejak tahun 2017.

Tahun 2017 penghasilan tetap aparat kampung cuma dapat 2 bulan gaji saja, tahun 2018 aparat kampung cuma mendapat penghasilan tetap 3 bulan gaji saja selebihnya tidak tahu siapa yg menggantongi uang itu, sementara Surono PJ kepala kampung KCA sudah lama menghilang, pungkas Andi

Kirdi Camat Rawajitu Selatan saat dikonfirmasi menggatakan, penghasilan tetap (Siltap) aparat kampung KCA sudah di berikan sampai bulan September 2018, Siltap th 2017 di akui baru dicairkan 2 bln.

” Ya itu kan begini kalau pencairan dana Siltap masuk kerekening kabupaten,  pertanyaannya begitu saya tidak bisa menjawab kedah.” kata Kirdi.

Kirdi menambahkan, Tahun  2017 PJ kepala KCA saya, dana Siltap aparatur kampung cuma diberikan 2 bulan, kalau rekeningnya kosong apa yang mau diambil.” kata camat Kirdi.

Menurut camat Kirdi kampung KCA telah defitif semestinya memiliki hak yang sama dengan kampung lain, namun  sejak Th 2017 kampung KCA sedang di evaluasi karna penduduknya habis. maka  Dana Desa tidak dikucurkan kepada Kampung KCA, pungkasnya.

Sementara Surono PJ kampung KCA ketika dihubunggi menggaku rumit menggurusi kampung ini,”Saya akan menggundurkan diri tidak tahan keluar masuk kampung itu, tidak ada imbalannya. istri saya sering menayakan hasil tambahan dari jabatan Pj. Kepala Kampung KCA, selama ini menggurusi urusan kampung memakai uang pribadi.” kata Surono.

Menurutnya soal usulan meminta dana pemerintah yang dituangkan dalam APBKAM sudah di sampai kan kedinas BPMK Tulangbawang, sampai sekarang belum  cair, ungkapnya.

Yen Dahren kepala dinas BPMK Tulangbawang ketika di hubunggi membenarkan APBKAM KCA sudah masuk, permasalahannya status kampung itu masih di permasalahkan, sementara penduduknya semakin sedikit.

Memang kampung itu kata Yen Dahren sudah definitif, terkait  Dana Desa bantuan yang sudah dikucurkan tahun lalu belum ada pertanggungjawaban, kepala kampungnya sudah kabur. (Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com