Inspiratif UMKM: Yakin Orang Sehat Butuh Makan, Bisnis Kuliner Tetap Laku

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (HS) – Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) membuat kondisi perekonomian mengalami gejolak besar. Hal ini sangat dirasakan oleh para pengusaha kecil, terutama pada awal diterapkannya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Melewati masa karantina selama kurang lebih 3 bulan dan perlahan memasuki masa new normal, bisnis rumahan mulai menggeliat, diantaranya bisnis kuliner.

Ibu Ocha Romlah, salah seorang pengusaha kuliner Pempek skala rumahan dengan Merk “Pempek Raja” di Kota Bandar Lampung mengatakan, bahwa usaha kulinernya di masa pandemi mengalami penurunan omset yang sangat besar.

” Sebelum pandemi covid-19 omset kami cukup lumayan, dengan membuka Gerai di beberapa Perguruan Tinggi dan Pusat Perbelanjaan di Lampung bahkan pengiriman pesanan sampai ke Pulau Jawa dan Kepulauan Riau. Namun sejak adanya pandemi ini omset kami menurun dan pengiriman ke luar Bandar Lampung terhenti dikarenakan adanya PSBB di tiap-tiap wilayah, dan itu berjalan lebih dari tiga bulan”kata Ocha, Rabu (25/11/2020).

Ketika memasuki masa Kebiasaan Baru (New Normal), kami mencoba melakukan terobosan dengan cara mempromosikan produk Pempek Raja melalui medsos seperti : Instagram, WhatsApp, dan Facebook.

“Dengan modal keyakinan bahwa meskipun di masa pandemi bisnis kuliner masih di minati, Karena pada prinsipnya orang butuh makan apabila mau sehat, apalagi di masa pandemi seperti ini pola makan hidup sehat sangat diperlukan. Sebab orang sehat pasti butuh makan hehe, makanya kami tetap optimis untuk berjualan”, ungkapnya sambil tertawa.

Selain itu kami juga bergabung dengan komunitas dan binaan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

“Upaya saya selalu Berinovasi dan ikut serta menjadi bagian dari Binaan Sahabat-Sahabat UMKM di Bandar Lampung. Dan kami sudah mulai mengikuti Bazar yang di selenggarakan di beberapa tempat, serta ikut pula pada Event Kuliner lainnya”. Tambahnya.

Dan Alhamdulillah saat ini walaupun belum kembali seperti semula sebelum Pandemi Covid-19, ada peningkatan. Walaupun hanya modal keyakinan, karena bantuan modal Banpres 2,4 juta sampai hari ini belum menerima.

Mengenai adanya bantuan untuk UMKM, memang saya sudah mengetahui bahwa adanya BANPRES (Bantuan dari Presiden) Sebesar 2,4 jt. Kami sudah Mengajukan permohonan, tetapi hingga saat kami tidak mendapatkannya. Harapan saya kepada pemerintah untuk kedepannya agar betul-betul Selektif dalam pemberian bantuan sehingga tepat sasaran, pungkasnya. (Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com