5 Tahun Beroperasi, Kolam Renang Bambu Kuning Abaikan Izin Limbah Ipal

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Warga masyarakat sekitara mengeluhkan kerusakan ekosistem, akibat air limbah dari pembuangan Usaha Kolam Renang Lembah Bambu Kuning, Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, (Lampura).

Padahal, usaha pariwisata tersebut sudah beroperasi kurang lebih 5 tahun. Namun sayangnya belum memiliki ijin Limbah Ipal, dari Dinas Lingkungan hidup. Saat dikonfirmasi, Daliman pemilik, usaha tersebut mengakui kelalaiannya. Dirinya menjelaskan bahwa dirinya sudah memiliki rekomendasi. Akan tetapi dirinya dia merasa pembuangan sudah benar.

Menurut permen Nomor 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higienis sanitasi, kolam renang, solus per aqua dan pemandian umum.

Serta diharuskan memperoleh perizinan dari kewenangan DPMPTSP sebagaimana diatur pada sebagian Pasal 85 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 pada sektor sektor dalam bentuk usaha tertentu
Sementara diketahui ada beberapa proses yang ia langgar.

Sementara pihak pengelola kolam renang ketika di konfirmasi dikediamanya mengatakan bahwa dalam proses pembuangan air Kolam, yang tercampur bahan kimia tersebut sudah sesuai mekanisme pengoIahanya dengan melakukan penyaringan dan ada salah satu kolam pengolahan pembuangan yang berisikan ikan di dalam Kolam selama ini peliharaannya tidak ada yang mati.

” Sebelum kami buang ke sawah warga kami ada beberapa kolam pengolahan termasuk ada kolam yang ada ikan nya, alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang mati, artiannya kolam pembuangan kami dalam keadaan aman-aman saja mas,” Terang pemilik usaha kolam renang lembah bambu kuning, Jum’at, 5 Pebruari 2021 kemarin.

Tempat terpisah menurut keterangan warga sekitar berinisial MR (50)Atas kelalaian pihak usaha Kolam Renang Lembah Bambu Kuning, Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan renang tersebut lingkungan sekitar berdampak dengan banyak yang dirugikan akibat dari pembuangan air Kolam tersebut yang tanpa proses sesuai IPAl, agar steril. Akibatnya merusak lingkungan ekosistem di persawahan warga.

” Sebenarnya kami sudah pernah komplein. Tapi kami takut serta gak enak soalnya, warga disekitar banyak diperkerjakan di usahanya tersebut, Terpaksa kami diam saja,” ujar warga sekitar.(Efri).

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com