Way Kanan Sosialisasikan Jampersal dan RTK

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Way Kanan (HS) – Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan Lampung sosialisasikan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) dan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK), untuk ibu bersalin Kabupaten Way Kanan,vdi Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Blambangan Umpu, Senin (22/5).

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya berharap pelayanan Ibu bersalin yang belum maksimal terlayani selama ini bisa lebih dioptimalkan mulai tahun ini.

Di mana, berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Way Kanan saat ini, terdapat kurang lebih 20% ibu bersalin belum terlayani di fasilitas kesehatan lantaran disebabkan adanya kendala akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan (kondisi geografis yang sulit), maupun kondisi ekonomi sosial dan pendidikan masyarakat termasuk tidak memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Hal tersebut yang disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Juanda, saat membacakan sambutan Bupati Raden Adipati Surya, pada pembukaan sosialisasi Jaminan Persalinan (Jampersal) dan rumah tunggu kelahiran Kabupaten Way Kanan.

Diterangkan Juanda, Dana Jampersal merupakan dana alokasi khusus non-fisik yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten yang mencakup bagi semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka mendekatkan akses pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.

Artinya, tegas dia, Dana Jampersal tersebut hanya untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah sulit akses ke fasilitas kesehatan melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

Oleh karena itu, Dana Jampersal tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah dibiayai melalui dana APBN, APBD, BPJS, maupun sumber dana lainnya.

“Kegiatan sosialisasi ini kita lakukan karena Pak Bupati Raden Adipati Surya menginginkan supaya pemerintah daerah saat ini bisa lebih meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin dan nifas serta bayi baru lahir ke fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten sehingga dapat menurunkan kasus komplikasi dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi khususnya di Kabupaten Way Kanan,” pungkasnya. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com