Warga Bingung dengan Proyek Lahan Parkir di Register 34

Bagikan Berita

KOTABUMI (HS) – Pembangunan tempat parkir kendaraan di Register 34, membuat beberapa masyarakat Desa Ujan Mas Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, bingung dengan pekerjaan tersebut. Pasalnya, masyarakat setempat hanya dilibatkan sebagai jasa angkut (ojek) material tanpa ada pertanggung jawaban mutlak dari pelaksana.



Diketahui pula, pembangunan itu tidak diketahui banyak pihak akan di bangun seperti apa lokasi Register 34, karena tidak terpasang Plang Pembangunan sebagai keterangan pekerjaan seperti pembangunan umumnya.

Salam, salah satu warga, yang kediamannya dijadikan tempat untuk material bangunan seperti semen, batu krikil dan lainya, merasa kecewa dengan pengelola proyek. Karena sebelumnya telah dijanjikan adanya kompensasi atas penjagaan material, namun tak juga ada pertanggung jawaban penuh dari pelaksana.



“Iya, awalnya ada (kompensasi), tapi sampai sekarang gak ada, kalau begini siapa yang bertanggung jawab kalau misalnya ini hilang,” ucap Salam, di temui dikediamanya, minggu (2/05/19).

Ketika awak media mengunjungi lokasi parkir, diarea Register 34 yang cukup jauh dari jalan utama, Salam mengatakan bahwa dirinya tak tahu akan dibangun apa tanah Register tersebut, yang pasti ia hanya sebagai tukang ojek yang bertugas mengantar masuk bahan material dengan upah seadanya.

Dijanjikan kepada para jasa angkutan material (ojek) bahwa akan ada kompensasi lebih untuk mereka tukang ojek namun ada beberapa yang menolak karena dianggap tidak jelas.

“Tadinya aku mau berbagi rejeki sama kawan, jadi dengan membagi tempat penitipan material, kalau di kami itu semen sama batu, pasir sama kawan tapi kawan itu gak mau nerimanya. Jadi sama aku semua.” ucapnya serta katakan, “aku gak tau, gak jelas. Pokoknya ini hanya untuk parkir motor.” lanjutnya.

Dari informasi yang didapat, bahwa lokasi Register itu akan dibangun sebuah wahana wisata air terjun dengan julukan “BUNTUT KUDA”, tetapi tak tertera jelas karena tak adanya keterangan resmi (plang proyek) yang terindikasi bahwa pekerjaan tersebut merupakan proyek siluman.(Tim).

https://www.hariansumatera.com