Wanita Korban Percobaan Pembunuhan Suami Masih Dirawat

Bagikan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Korban percobaan pembunuhan di komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Utara masih dirawat intensif di salah satu Rumah Sakit Umum di Kotabumi. Keluarga korban meminta polisi segera menangkap pelaku.

Kepada media, NK (51) warga Way Tuban, RT 05, RW 01, Desa Kali Bening, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, mengatakan peristiwa percobaan pembunuhan yang diduga akan dilakukan oleh menantunya itu dilakukan pada anaknya di komplek Pemda Lampung Utara, Kamis (29/11/2017) sekira pukul 16.30 WIB.

“Saya sudah mengantarkan anak saya laporan ke Polres, tapi karena anak saya pingsan dan disuruh polisi untuk dirawat dia (SD, 27 tahun), maka saya yang melaporkan ke polisi,” ujar NK, ibu korban, seraya menunjukan STPL Nomor: STPL/965/B-1/XI/2017/POLDA LAMPUNG/SPKT RES LU.

Diceritakan NK, bahwa antara pelaku dan korban memang masih memiliki problem, karena sedang dalam proses cerai. “Mereka ini masih proses cerai, tadinya sempat ada perjanjian di atas materai bahwa pelaku berjanji enggak akan berlaku kasar lagi, tapi kenyataannya ini yang dialami anak saya,” lanjutnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihak keluarga mengharapkan pihak kepolisian setempat bisa segera mengamankan pelaku karena dianggap telah mengancam nyawa korban. “ini aja kami minta sama polisi untuk tidak memberitahukan keberadaan anak saya ini berobatnya,” lanjut ibu korban.

Ditemui di salah satu Rumah Sakit Umum korban SD (27), mengungkapkan peristiwa itu dialaminya disaat ia akan pulang dari kantor. “Waktu itu saya lagi ngeberesin toperwer di motor, tiba-tiba dia (pelaku) datang menghampirinya dan marah-marah, dan mengibaskan laduknya ke saya, saya lari dan kena tangan saya,” kata korban.

Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi di komplek perkantoran Pemda Lampung Utara, Kamis (29/11/2017) lalu.

“Kejadiannya di depan kantor kominfo, karena takut saya lari ke arah kantor BKD dan saat itu ada dua orang ikut lari karena dia kelihatan beringas dan saya nyumput di bawah salah salah satu meja di kantor BKD,” lanjut korban.

Setelah merasa sedikit aman, lanjutnya, korban kemudian menghubungi ibunya dan tidak mengetahui lagi karena telah tak sadarkan diri. “Habis telepon ibu dua kali enggak diangkat, saya enggak tau lagi,” ujarnya.

Diungkapkannya, proses perceraian dirinya dengan pelaku memang tengah berjalan, namun sempat ada mediasi perdamaian. Tetapi di dalam perjalanan damai itu, korban kembali mendapatkan perlakuan kasar dari pelaku.

“Saya memang sudah enggak mau lagi damai, tapi karena dalam proses mediasi dia sudah baik-baik dan enggak taunya begini lagi. Dia memang sering berlaku kasar terhadap saya, makanya saya mau cerai,” ungkap korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Syahrial, mengatakan bahwa laporan tersebut sedang dalam penyelidikan pihaknya dan secepatnya pelaku akan diamankan.

“Kita sedang melakukan penyelidikan, motif pelaku menurut pengakuan saksi pelaku mendatangi korban ke kantor Pemda dengan membawa sejata tajam jenis laduk lalu mengejar korban dan membacok korban yang mengenai tangan kiri sehingga korban mengalami luka gores sepanjang 5 cm,” kata Kasat. (Sarnubi/efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com