Tulangbawang Barat (HS),- Perjalanan panjang Tiuh Candra Jaya kabupaten Tulangbawang Barat. Bermula Th 1974, 85 kepala keluarga para purnawirawan pejuang kemerdekaan TNI AD, AU dan Kepolisian dari Kodam III Siliwangi, Transmigrasi ke Lampung melalui program Departemen Tranmigrasi yang disebut Tran Hankam, di pemukiman Way Abung 2.
Rombongan saat itu dibagi tiga kelompok. Pertama di desa Candra Kencana, kedua di desa Tirta Kencana dan ketiga di desa Panaragan Jaya, saat itu masih wilayah kabupaten Lampung Utara.
Tiba dipemukiman baru perjuangan belumlah usai, semula berjuang mengangkat senjata dan bambu runcing mengusir penjajah, tiba dipemukiman baru memanggul cangkul dan mengangkat golok, membabat hutan dan mengolah tanah untuk dijadikan lahan pertanian. Berjuang membangun cita-cita kehidupan yang lebih baik dari desa asalnya, demi kesejahteraan anak cucu dimasa datang.
Para pejuang itu kini kebanyakan telah tiada, tinggal tersisa dua orang yaitu pak Latiman dan pak Kowo, tutur anak-anak para pejuang mengenangnya.
Hasil jerih payah para pejuang tidaklah sia-sia, Pemukiman Transmigrasi Way Abung 2, yang semula hutan kini telah berkembang menjadi tiga kabupaten yaitu; Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Tulangbawang Barat dan Kabupaten Mesuji, dan anak-anak para pejuang secara ekonomi juga cukup makmur.
Seiring perjalanan maka lahir Tiuh Candra Jaya, yang masuk dalam wilayah kabupaten Tulangbawang Barat.
Kusno Kepala Tiuh Candra Jaya mengatakan, Pemerintah kabupaten Tulangbawang Barat sedang giat-giatnya membangun, tahun 2018 ini 44 tahun penantian warga menikmati infrastruktur jalan yang lebar dan mulus akan segera terwujud, ungkapnya Senin (12/11/2018).
Siliwangi yang menghubungkan warga menuju Kantor Bupati Tulangbawang Barat dan Pasar Modern Mulyo Asri kini dalam proses pelebaran, yang semula lebar 3 meter menjadi 6 meter.
Pelebaran jalan ini disambut baik warga, mengingat jalur ini cukup ramai dilalui warga.(Gun/ kagum)



