Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanggamus Penyampaian KUPA-PPAS APBD 2020

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – DPRD Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Paripurna, Selasa 25 Agustus 2020. Rapat kali ini membahas hal berikut:

  1. Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus dan Penandatanganan MoU Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (PROPEMPERDA) Tahun 2020
  2. Penyampaian Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2020
  3. Paripurna Istimewa Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Masa Jabatan 2019-2024.

Bupati Dewi Handajani dalam sambutan mengatakan, dokumen Perubahan RKPD tersebut dinyatakan bahwa tema pembangunan Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 adalah “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penanggulangan Kemiskinan untuk Pertumbuhan yang Berkualitas”.

Tema pembangunan ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2020 dan pada perjalanannya muncul pandemi Covid-19 sehingga dilakukan beberapa penyesuaian.

Berdasarkan tema diatas, maka prioritas pembangunan Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 yaitu:
1) Penguatan daya dukung infrastruktur dan konektivitas. 2) Pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan.
3) Peningkatan nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja.
4) Pemantapan ketahanan pangan, air, energi dan lingkungan hidup berbasis mitigasi bencana.
5) Penguatan tata kelola pemerintahan dan stabilitas kamtibmas.

Rancangan KUPA dan PPAS-P Tahun 2020, dengan ringkasan sebagai berikut:
1) Pendapatan Daerah Kabupaten Tanggamus pada tahun 2020 diproyeksikan mengalami perubahan dari semula 1,92 Triliun Rupiah menjadi 1,739 Triliun Rupiah atau berkurang sebesar 183,528 Miliar Rupiah, penurunan tersebut dikarenakan adanya efisiensi oleh Pemerintah Pusat terhadap Transfer Ke Daerah dan Dana Desa, kemudian terdapat perubahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Non Fisik yang merupakan sisa pelaksanaan tahun anggaran sebelumnya sesuai dengan hasil Audit BPK serta adanya Dana Insentif Daerah (DID) Tambahan.


2) Belanja Daerah Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 diproyeksikan mengalami perubahan dari 1,921 Triliun Rupiah menjadi 1,789 Triliun Rupiah atau berkurang sebesar 131,160 Miliar Rupiah yang terdiri dari:
a) Belanja Tidak Langsung mengalami kenaikan sebesar 12,626 Miliar Rupiah dari semula 1,122 Triliun Rupiah menjadi 1,134 Triliun Rupiah.
b) Belanja Langsung mengalami penurunan sebesar 143,787 Miliar Rupiah dari semula 798,849 Miliar Rupiah menjadi 655,061 Miliar Rupiah.
3) Pembiayaan Daerah Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 secara total sebesar 50,567 Miliar Rupiah dari semula negatif 1,8 Miliar Rupiah atau meningkat sebesar 52,367 Miliar Rupiah yang merupakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya, berdasarkan hasil Audit BPK.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka Rancangan KUPA dan Rancangan PPAS-P Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 dengan kondisi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan sebesar Nol Rupiah atau diproyeksikan tetap dalam kondisi anggaran berimbang antara Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak yang besar terhadap perekonomian dunia termasuk Indonesia yang tentu saja berimbas pula pada perekonomian di daerah, terkait hal tersebut terdapat tiga dampak besar yang dirasakan yaitu:
1) Menurunnya konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60% sektor perekonomian;
2) Adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada keberlangsungan dunia usaha;
3) Terjadinya penurunan harga komoditas produk unggulan akibat pelemahan ekonomi.

Berdasarkan kondisi itu, maka sasaran makro pada Perubahan RKPD Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 juga mengalami perubahan dari target yang telah ditetapkan sebelumnya, dimana laju pertumbuhan ekonomi yang pada tahun 2019 tumbuh 5,03% diprediksi hanya tumbuh 2% sampai 2,25%, kemudian PDRB Perkapita pada kisaran 27,86 juta rupiah, angka kemiskinan antara 9,91% sampai dengan 10,5% selanjutnya tingkat pengangguran terbuka pada posisi angka 2,21 sampai dengan 2,98 serta Indeks Pembangunan Manusia pada kisaran angka 67,06.

Adapun kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus dimasa pandemi Covid-19 ini adalah:
1) Melakukan Re-alokasi dan refocusing anggaran untuk penanggulangan dampak Covid-19 diutamakan pada penanganan kesehatan, ekonomi dan jaring pengaman sosial;
2) Penguatan sektor kesehatan, berupa peningkatan perilaku hidup sehat dan social distancing, pemenuhan fasilitas kesehatan seperti APD, Alkes, sarana dan prasarana kesehatan serta penanganan pasien akibat Covid-19;
3) Melindungi kelompok masyarakat yang rentan terhadap masalah sosial serta penguatan dunia usaha, dengan pelaksanaan kebijakan berupa perluasan bantuan sosial dan program pemulihan ekonomi untuk dunia usaha dan UMKM;
Pada sisi pendanaan daerah, pada tahun anggaran 2020, APBD Kabupaten Tanggamus telah mengalami refocusing dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19 serta dilakukan rasionalisasi sebagai tindak-lanjut dari SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

Anggaran dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 melalui APBD Kabupaten Tanggamus sebesar 57,8 Miliar Rupiah yang digunakan untuk penanganan kesehatan sebesar 25,8 Miliar Rupiah, penanganan dampak ekonomi sebesar 11,5 Miliar Rupiah dan penyediaan social safety net/jaring pengaman sosial sebesar 20,5 Miliar Rupiah.

Sementara itu, intervensi percepatan penanganan Covid-19 melalui APBPekon se-Kabupaten Tanggamus mencapai anggaran sebesar 110,7 Miliar Rupiah yang terdiri dari percepatan penanganan Covid-19 sebesar 21,5 Miliar Rupiah dan Bantuan Langsung Tunai APBPekon sebesar 89,1 Miliar Rupiah.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com