TANGGAMUS (HS) — Pemerintah Kabupaten Tanggamus secara resmi memperkuat komitmennya dalam mentransformasi sektor ekonomi kerakyatan melalui peresmian ekosistem baru. Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, mengukuhkan secara langsung jajaran pengurus Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Tanggamus Masa Bhakti 2026-2030.
Prosesi sakral yang berlangsung khidmat di Kecamatan Kotaagung kelurahan Kuripan bertempat di Taman Soekarno pada Jumat siang (17/7/2026) ini, menandai babak baru bagi puluhan ribu pelaku usaha lokal dalam menembus pasar digital yang kompetitif.
Pengukuhan ini dihadiri oleh jajaran penting kedinasan dan struktural daerah, di antaranya Wakil Bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Tanggamus, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan instansi vertikal, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah. Kehadiran Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Tanggamus bersama jajaran organisasi wanita, akademisi, serta pemangku kepentingan industri kreatif kian menegaskan esensi pentingnya konsolidasi lintas sektor ini.
Dalam orasi sambutannya, Bupati Moh. Saleh Asnawi menekankan bahwa lahirnya Forum Ekraf ini tidak boleh sekadar menjadi seremonial birokrasi tanpa arah. Lebih dari itu, forum ini harus diposisikan sebagai epicentrum pergerakan dan inovasi baru yang nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.
”Saya harapkan pengukuhan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan langkah awal yang taktis untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilar utama ketahanan ekonomi di wilayah Kabupaten Tanggamus. Kita harus bergerak cepat, responsif, dan berorientasi pada hasil yang berdampak langsung ke akar rumput,” ujar Bupati Saleh Asnawi dengan optimis.
Bupati menggarisbawahi urgensi pemanfaatan ekonomi kreatif yang diposisikan sebagai motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berdasarkan data mutakhir dari Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan UKM (Diskoperindag-UKM) Kabupaten Tanggamus, saat ini tercatat ada lebih dari 27.000 UMKM yang tersebar di berbagai lini usaha di bumi Tanggamus. Angka ini merupakan aset ekonomi masif yang memerlukan sentuhan nilai tambah (value added) lewat inovasi, estetika desain, serta penetrasi pemasaran digital yang agresif.
Untuk mengintegrasikan potensi sebesar itu, Bupati Saleh Asnawi menginstruksikan pengurus forum yang baru untuk segera mengimplementasikan skema Kolaborasi Pentahelix. Model kolaborasi ini menekankan kemitraan strategis yang harmonis dan terstruktur antara lima elemen kunci: akademisi sebagai penyedia riset, pelaku bisnis sebagai penggerak pasar, pemerintah selaku regulator, media sebagai akselerator informasi, dan komunitas pelaku ekraf itu sendiri.
Kabupaten Tanggamus diberkahi dengan kekayaan alam yang melimpah dan subsektor ekonomi kreatif yang variatif, mulai dari Kuliner, Kriya, Fashion, Seni Pertunjukan, Fotografi, Desain, hingga pembentukan Konten Digital. Guna mengoptimalkan seluruh potensi tersebut menjadi komoditas bernilai tinggi, Bupati merincikan lima peta jalan (roadmap) pengelolaan sumber daya alam unggulan berbasis inovasi kreatif:
- Revitalisasi Turisme Teluk Semaka: Mengoptimalkan bentang keindahan Kawasan Laut Teluk Semaka yang memiliki garis pantai sepanjang 202 kilometer sebagai destinasi pariwisata bahari terpadu bertaraf internasional.
- Pengembangan Pariwisata Bendungan Batu Tegi: Mengemas ekosistem Kawasan Bendungan Batu Tegi yang luas dan eksotis melalui pendekatan sport tourism maupun wisata alam berbasis komunitas.
- Akselerasi Wisata Global Teluk Kiluan: Mempertahankan dan meningkatkan daya tarik ekowisata dunia Teluk Kiluan yang terkenal dengan atraksi lumba-lumba alaminya melalui peningkatan fasilitas penunjang kreatif.
- Hilirisasi Komoditas Kopi dan Kakao: Mendorong nilai jual hasil perkebunan kopi dan kakao berskala besar di Tanggamus agar tidak keluar dalam bentuk bahan mentah, melainkan produk olahan siap konsumsi bermerek lokal.
- Industrialisasi Kreatif Produk Durian: Memaksimalkan musim buah durian yang melimpah dan ikonik melalui hilirisasi produk makanan-minuman olahan turunan durian (misalnya pembangunan Sentra Olahan Durian Khas Tanggamus) guna mendongkrak pendapatan petani lokal.
Melalui visi besar ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menempatkan Forum Ekonomi Kreatif bukan sebagai entitas mandiri yang eksklusif, melainkan sebagai mitra strategis (strategic partner) pemerintah daerah dalam menguraikan sumbatan inovasi di masyarakat.
Di penghujung acara, suasana pengukuhan yang formal mencair dengan hangat saat Bupati melantunkan sebuah pantun penuh makna, yang merefleksikan identitas kultural dan komitmen kerja jujur di lingkup birokrasi Tanggamus:
Kain motif belah ketupat,
Ciri khas-nya Tanggamus.
Yang dikukuhkan diucapkan selamat,
Bekerjalah dengan budaya Jalan Lurus.
Pengukuhan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan koordinasi perdana antara jajaran pengurus forum dengan para pelaku usaha kreatif mikro, membawa harapan segar bagi bangkitnya perekonomian daerah yang inklusif, mandiri, dan berbasis budaya lokal, di lanjut peninjauan UMKM dan kuliner (*)



