Polres Tanggamus Jadi Tempat Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada Tanggamus

Bagikan
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus – Pleno rekapitulasi hasil Pilgub Lampung dan Pilbup Tanggamus 2018 digelar di Polres Tanggamus. Hal ini adalah perubahan dari jadwal semula di Hotel 21 Gisting.

Menurut anggota KPU Tanggamus Antoniyus, jadwal tetap pada Kamis (5/7) namun ada perpindahan tempat perhitungan karena berbagai pertimbangan. “Pertimbangannya karena memudahkan pengangkutan logistik, lalu memudahkan koordinasi maka diputuskan pleno di polres,” ujarnya, Rabu (4/7).

Ia menerangkan, pleno tersebut hanya perhitungan jumlah suara saja, tidak ada penetapan Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus terpilih 2018-2023. Keputusan penetapan akan diagendakan tiga hari setelah rapat pleno. Sebagai antisipasi adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Kabag Operasional Polres Tanggamus Kompol Aditya Kurniawan, hasil koordinasi tentang Pleno Pilgub Lampung dan Pilbup Tanggamus memang ada perpindahan, semula di Hotel Gisting, dialihkan ke aula Polres Tanggamus.

“Itu pertimbangan aspek keamanan serta jarak pergeseran personel,” ujar Aditya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma.

Selanjutnya untuk personel pengamanan dengan kekuatan 431 anggota polisi, TNI dua pleton yang terdiri satu pleton bersenjata dan satu pleton non senjata. Personel Polisi Pamong Praja sebanyak 100 orang, dan personel Dinas Perhubungan Tanggamus 20 orang.

Untuk di Pringsewu, rinciannya Polisi 100 anggota, TNI satu pleton, dari Satuan Polisi Pamong Praja 100 orang, dan dari Dishub Pringsewu 20 orang. Pembagian personel, didasari pertimbangan tentang tingkat kerawanan. “Pengamanan di Kantor KPU, Panwaslu, DPRD, gudang logistik, komplek Pemda, dan titik-titik kerawanan lainnya di Pringsewu,” ujar Aditya.

Komandan Kodim 0424/Tanggamus Letkol Arh Anang Husto utomo menyampaikan, masing-masing instansi sudah melaporkan kekuatan personel. Tujuannya untuk mempermudah pembagian tugas. Lalu di tiap-tiap bagian.

“Berkaitan dengan pelayanan masyarakat di polres harus tetap berjalan. Disarankan agar pintu keluar dan masuk dibagi dua. Satu pintu untuk peserta pleno dan satu pintu untuk pelayanan masyarakat dengan diberikan pembatas,” ujar Anang.

Ia mengaku blokir dua jalur di depan polres harus benar-benar bersih. Agar tidak ada kendaran yang parkir. Hal itu untuk mengantisipasi situasi teburuk, apabila terjadi kerusuhan demonstran.

Kasat Intelkam Polres Tanggamus Iptu Andi Yunara menyampaikan informasi kemungkinan adanya unjuk rasa di wilayah Pringsewu. Rutenya dari Kantor PDI-P Pringsewu menuju Panwaslu setempat. Massa kabarnya akan menyerahkan petisi ke Panwaslu.

“Untuk di Tanggamus, kami upayakan tidak ada penyampaian petisi. Namun apa pun situasinya, unjuk rasa masih berkembang sebab bisa dijadikan momen demo. Itu yang perlu diantisipasi,” jelas Andi. (Sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com