Petani Minta Irigasi, Pemkab Tanggamus Merespon

Bagikan
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – Harapan para petani padi di Pedukuhan Lebak Jaya, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, agar Pemkab Tanggamus membangun irigasi permanen untuk pengairan sawah mereka, direspon positif oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) yang menyarankan petani segera membuat proposal permohonan pembangunannya.

Menurut Kepala DTPH Kabupaten Tanggamus Dr. Ir. Hi. Soni Isnaini, didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Lahan dan Air Herimansyah, memang belum ada laporan adanya kesulitan pengairan sawah ataupun pengajuan usulan pembangunan irigasi atau dam parit irigasi yang masuk ke DTPH dari petani di Pedukuhan Lebak Jaya tersebut.

“Ya kami baru tahu dari berita ini, dan melihat selintas dari foto lokasi rencana irigasi yang diinginkan petani, saya rasa sebaiknya di bangun dam parit irigasi. Yaitu nantinya air dari sumbernya yaitu sungai atau kali kita bendung ke dam yang akan dialirkan keareal sawah petani, kemudian kita buat parit parit pembagian air,” katanya, Senin (23/10).

Herimansyah menerangkan, untuk realisasi pembangunan dam parit irigasi, para petani harus mengajukan proposal secara tertulis yang dilengkapi dengan foto-foto lokasi. Kemudian pengajuan proposal juga berdasarkan struktural kelompok, apakah gabungan kelompok tani (Gapoktan), kelompok tani (Poktan) ataupun perkumpulan pemakai air (P3A) yang diketahui oleh aparat setempat.

“Jadi kami persilahkan para petani setempat mengajukan proposal atas nama poktan boleh, gapoktan ataupun P3A juga boleh, lengkapi persyaratannya dengan diketahui aparat, foto lokasi, dan ajukan langsung kepada kami, selanjutnya lokasi akan langsung kami survey,” terangnya.

Namun untuk realisasi pembangunan dam parit irigasi yang diusulkan, para petani Lebak Jaya harus bersabar, karena dimungkinkan terealisasi pada tahun yang akan datang, yakni di tahun 2018.

” Tahun ini tidak ada lagi program pembangunan fisik dam parit, jadi petani di pedukuhan lebak jaya ini harus bersabar, mudah-mudahan tahun depan terealisasi. Memang tahun ini ada sepuluh titik yang kami bangun dam parit yang tersebar di beberapa kecamatan, juga kami membangun embung air,” imbuhnya.

Pemkab Tanggamus memang gencar membantu para petani di Tanggamus baik pembangunan fisik dam parit irigasi dan embung, maupun bantuan sarana prasana pertanian bahkan bibit hortikultura. ini semua dalam rangka Kabupaten tersebut mewujudkan kemandirian pangan khususnya pangan padi, yang muaranya adalah dalam rangka membangun perekonomian rakyat.

“Lebih khususnya lagi, ini semua upaya pemerintah kabupaten Tanggamus mensejahterakan para petaninya,” pungkasnya.

Diberitakan, kurangnya debit air untuk pengairan lahan persawahan Pedukuhan Lebak Jaya, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus, berimbas hasil panen tak maksimal, maka petani harapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat bangun irigasi permanen.

Menurut tokoh masyarakat Lebak Jaya Dirman, selama ini petani setempat hanya mengandalkan aliran air yang dibuat seadanya dengan membendung aliran sungai Way Tuba yang berada disisi Timur areal persawahan.

Pembendungan aliran sungai tersebut dilakukan oleh masing-masing pemilik lahan persawahan, sehingga pengairan persawahan tidak maksimal, bahkan terkadang terjadi percekcokan para petani karena tidak meratanya air yang mengaliri sawah mereka.

“Terkadang debit air sungai kecil sehingga, areal sawah yang dibagian agak tinggi dari bibir sungai, bendungannya tidak kebagian air. Sedangkan bendungan yang teraliri air sungai, hanya mengaliri sawah yang dekat bendungan yang teraliri air itu saja. Nah masalah ini seringkali menjadi percekcokan sesama petani, karena kebutuhan air bagi perkembangan padi sangat vital, imbasnya hasil panen tidak maksimal, bahkan tak jarang gagal panen,” katanya, Minggu (22/10).(sis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com