Perjuangan Masruroh, Guru Honorer Berjalan Kaki 3 Km Untuk Ke Sekolah

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rawajitu (HS) – Perjuangan ibu guru Masruroh (26), tidak pernah lelah mencerdaskan anak bangsa menjadi tanggung jawabnya. 8 th darma bhaktinya sudah dijalani buat ibu pertiwi, sudah banyak keringat membasahi tubuhnya, dia ibu beranak satu warga Kampung Karya Cita Abadi, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (27/11/2019).

Menurut ibu guru ini kepada hariansumatera.com membagi cerita,saya mulai mengabdi di dunia pndidikan mulai tahun 2011 hingga saat ini, mengajar di SDN 01 Kampung Yudha Karya Jitu. Setiap hari berangkat sekolah dengan menempuh jarak sejauh 3 km dari rumah, dengan cara berjalan kaki, belum lagi harus melewati jembatan tidak layak dilewati,

Lebih menyedihkan lagi di musim hujan, jalan menuju sekolah sangat licin, tidak jarang sepatu harus di jingjing, sepedah motorpun enggan melewatinya. Jalan kering sesekali diantar suami pakai sepedah motor, tidak kurang setiap harinnya harus menempuh perjalanan 6 km pulang pergi.

Saya sadar meskipun tangtangan untuk mencerdaskan anak bangsa itu terasa berat, tetap saya jalani dengan iklas, pantang mengeluh dan jatuhnya satu tetes air mata jangan sampai diketahui anak didik dan suami.

Bukti nyata keseriusan saya sunggu-sungguh mengabdikan diri untuk mendidik anak2 mnjadi generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pejabat. Imbalan sebagai guru honor tidak nseberapa jauh dari cukup Rp400ribu/bulan diterima 4 bulan sekali. .

Meskipun begitu saya sudah bersukur, saya menyadari tidak ada nilainnya jika melihat anak-anak didiknya kelak berhasil dan sukses. “Kapan pemerintah akan memperbaiki nasib guru honor,” ibu guru berharap. (gun)

hs-krs-22.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com