Penjelasan KH Ahmad Ishomuddin

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta (HS) – KH Ahmad Ishomuddin mengatakan dirinya menjadi saksi ahli di sidang kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas nama pribadi. Dia mengaku tidak mewakili institusi mana pun seperti MUI, PBNU, ataupun IAIN Raden Intan Lampung.

KH Ishomuddin menceritakan beberapa waktu lalu dia diminta oleh penasihat hukum Ahok untuk menjadi saksi ahli atas kasus penodaan agama yang didakwakan kepada Ahok. Menurutnya, penasihat hukum dalam UU Advokat juga termasuk penegak hukum di negara konstitusi Republik Indonesia, sebagaimana dewan hakim dan para Jaksa Penuntut Umum.

“Karena kesadaran hukumlah saya bersedia hadir dan menjadi saksi ahli dalam sidang ke-15,” kata Ishomuddin dalam keterangannya yang diterima pers , Sabtu (25/3/2017).

KH Ishomuddin mengaku menyadari betul dan sudah siap mental menghadapi risiko apa pun dengan menjadi saksi sidang tersebut, termasuk mempertaruhkan jabatan yang sejak dulu tidak pernah dimintanya baik sebagai Rais Syuriah PBNU periode 2010-2015 dan 2015-2020, maupun Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat periode 2015-2020 demi turut serta menegakkan keadilan itu.

Sebab, lanjutnya, sepertinya umat Islam sudah lelah dan kehabisan energi karena terlalu lama mempersengketakan kasus Ahok. Sebagian umat yakin Ahok pasti bersalah dan sebagian lagi menyatakan belum tentu bersalah menistakan Alqurnan Surat Al-Maidah ayat 51.

“Oleh sebab itu, persengketaan dan perselisihan tersebut segera diselesaikan di pengadilan agar di negara hukum kita tidak memutuskan hukum sendiri-sendiri. Saya hadir, sekali lagi saya nyatakan, di persidangan karena diminta dan karena ingin turut serta terlibat untuk menyelesaikan konflik seadil-adilnya di hadapan dewan hakim yang terhormat,” tuturnya.

Ishomuddin hadir di persidangan tersebut sebagai pribadi. Menurutnya, dia bersedia menjadi saksi ahli saat banyak orang yang diminta pihak Ahok berpikir ulang dan merasa takut ancaman demi menegakkan keadilan. Dalam hal ini, Ishomuddin menuturkan dirinya berupaya menolong para hakim agar tidak menjatuhkan vonis kepadanya secara tidak adil atau zalim, yakni menghukum orang yang tidak bersalah dan membebaskan orang yang salah.

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com