Pengadilan Agama Bersama Pemkab Tanggamus Gelar Sidang Isbat Nikah

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Dalam rangka mewujudkan keluarga yang madani, Pengadilan Agama Tanggamus menggelar Sidang Isbat Nikah bekerjasama dengang Pemerintah Daerah. Dan sebanyak 100 Pasutri ( pasangan suami istri) dari 5 kecamatan mengikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu, di di Aula Islamic Center Koota Agung kabupaten Tanggamus. Dimana kegiatan ini diikuti dari 5 kecamatan diantaranya kecamatan Pematang Sawa, Bandar Negeri Semuong, Kota Agung Barat, Kota Agung dan Gunung Alip, Kamis (14/11/2019).

Fathurahman Asisten 1 mewakili bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani mengatakan, terkait pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Terpadu

” ya ini namanya terpadu, artinya Pengadilan Agama, Kementrian Agama dan Pemda dalam hal ini Disdukcapil sebagai pelaksananya. Jadi ini dalam rangka pemberian kepastian hukum kepada masyarakat yang belum memiliki Buku Nikah, supaya dari sisi hukum ada kepastian”.

Masih dengannya, untuk tahun ini 200 pasang tapi yang sekarang 2 tahap, sekarang ini tanggal 14 november 100 pasang dari 5 kecamatan, dan minggu depan 100 pasang yang dilaksanakan di GSG gisting bawah, ucapnya.

Menurutnya untuk tahun depan jika anggaran disetujui Dewan dalam pembahasan maka akan bertambah.

“Direncanakan kalau memang disetujui anggota dewan dalam pembahasan, kita naikkan 100 jadi 330 pasang. Dan kalau untuk Isbat Nikah Terpadunya baru ke-2, selaku inisiator dari Pemda, karna biayanya dari pemda. Tapi ini kita akan kordinasi karna ini sesuai dengan Undang-undang nomor 01 tahun 2015, itu Permen Mahkamah Agung”. Terangnya

Sementara pada kesempatan yang sama Ketua Hakim Pengadilan Agama kelas 1B Asrori,S.H,.M,.H. mengatakan masyarakat harus tau hukum, pasalnya kedepan kepala KUA dan para ustad tak akan menikahkan kalau tidak memenuhi rukun perkawinan.

“Nah memang betul tadi dihimbau kita harus, mulai tau hukumlah. Tapi, Insya Allah kepala KUA pak ustad-ustad segala macam itu, gak mungkin lagi akan menikahkan kalau belum memenuhi rukun perkawinan. Nah, yang di Isbatkan ini kita kordinasikan dengan camat, kemudian dengan pekon-pekon, ke KUA kita data. Kira-kira yang tak ada masalah kita seleksi dulu berkas. tapi, ada saja satu dua yang masuk tapi gak bener”. Tuturnya.

Kemudian, Berdasarkan inilah mereka datang ke KUA, amar kita dibawa oleh KUA. Misalnya dari Kota Agung Barat dapat limpahan sama Hakim, untuk di catatkan, terserah KUA. Karena di KUA ada SOP nya kapan mereka menerbitkan. Tetapi intinya KUA harus menerima dulu salinan, penetapan pengadilan agama, kita gak lama paling lambat hari senin , KUA kita suruh kekantor untuk mengambil penetapan yang kita serahkan hari ini. Kalau mereka sudah dapatkan mereka tidak ada alasan untuk tidak menerbitkan Buku Nikah. Kalau buku nikah sudah terbit mereka ke Disdukcapil untuk buat akte kelahiran ini lah namanya terpadu itu, tutupnya.

Dengan Perasaan bahagia Samlawi (48)dan istrinya Pardilah (41) warga dari Way Tuba ini, sudah lama sekali ingin mendapatkan Buku Nikah, dan mereka sangat berterima kasih ke pada pemerintah atas adanya penyelenggaraan Isbat Nikah ini.

“Alhamdulillah senang sekali artinya pernikahan kita tercatat secara hukum. Ya sejak nikah, dari tahun 98 baru punya buku nikah ini. Ya Alhamdulillah selama ada sidang isbat ini kami semua masyarakat Tanggamus merasa terbantu”, Pungkasnya ( riza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com