Miris! Mandi Dengan Air Kotor, Warga KCA Tulangbawang Gatal-Gatal

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rawajitu (HS)-Miris! Warga Kampung Karya Cita Abadi(KCA), Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang, terserang penhakit gatal-gatal akibat mandi menggunakan air kotor, Sabtu (19/10/2019).

Beberapa warga menyampaikan curhatnya kepada hariansumatera.com, kebiasaan menggunakan air kotor berwarna merah itu sudah menahun sebelum terbentuknya KCA menjadi kampung definitif.

Sepuluh tahun sudah keberadaan kampung KCA di pangkuan Kabupaten Tulangbawang belum tersentuh kebutuhan air bersih. Setiap musim kemarau tiba warga harus mandi membersihkan badannya dengan air kotor, tetu saya rasanya dibadan tidak nyaman terasa gatal-gatal.

Biasanya di musim hujan warga bisa menggunakan air dari saluran tanggul penangkis sungai Way Tulangbawang. Namun kata warga dimusim kemarau air ditanggul terasa asin, warga memilih menggali tanah mencari air bersih, namun yang didapat air kotor berwana merah, hanya airnya tidak terasa asin. Menurut tokoh masyarakat KCA Andi Samsu menyebutkan setiap tahun musim kemarau warga menggali tanah mencari air.

Sudah beberapa bulan ini hujan belum pernah turun, warga berharap kemarau akan segera berahir. Kebutuhan air bersih warga bisa menadah air hujan untuk keperluan sehari hari memasak, minum dan mandi, ujar Andi Samsu.

Kebutuhan air bersih warga harus membeli air kemasan ulang di pasar Gedung Karyajitu, jauhnya belasan kilometer.

Selama ini pemerintah terkait belum satu pun memberikan sumur bor, usaha melayangkan surat tidak ditanggapi.

Menurutnya musim kemarau dan musim air laut masuk kampung, membawa barokah warga KCA, gagal panen padi gaduh, petani beralih menjadi nelayan, menangkap udang, ikan dan ikan teri, beralih warga menanam ikan bandeng, warga pemilik perahu bisa menangkap ikan teri.

Solusinya kata Pak Andi pemerintah bisa memberikan bantuan perahu untuk menangkap ikan, udang dan ikan teri. Mencari ikan, udang dan ikan teri tidaklah sulit, ketika masanya air laut masuk warga bisa menangkap di Sungai Way Tulangbawang.

Hasilnya lumayan beberapa jam berlayar pulang bisa membawa ikan teri 50 kg, setelah dikeringkan dijual ke pasar Gedung Karyajitu seharga Rp40 ribu/kg.(gun)

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com