Ketua Ormas di Lampura Minta Maaf Soal Pelecehan Jurnalis, Proses Hukum Tetap Berlanjut

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Terkait komentar pelecehan profesi ke wartawanan di Indonesia beberapa waktu lalu, akhirnya pemilik akun Facebook atas nama Kiyai Arga, menanggapi pemberitaan yang terlanjur viral di Media massa dengan meminta maaf, kepada seluruh insan pers yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Rabu (17/2/21) siang.

Ketua komando, Organisasi masyarakat (Ormas) Gema Masyarakat Lokal (GML) Lampura, Sony Putra Waika, sekaligus juga, seorang pemilik akun Facebook Kiyai Arga, saat di jumpai oleh sejumlah perwakilan insan pers di Lampura mengaku bahwa, dirinya sangat menyesali atas semua perbuatannya tersebut.

Dirinya secara pribadi, meminta maaf kepada selurah wartawan ataupun insan pers yang ada di Indonesia, khususnya di Lampura, terkait komentarnya yang telah menyakiti, menciderai, atau pun menyinggung profesi rekan-rekan wartawanan yang ada di seluruh Indonesia.

“Saya atas nama pribadi, meminta maaf kepada seluruh wartawan yang ada di Indonesia, atas komentar saya yang tidak baik itu. Komentar itu adalah sikap spontanitas saya. Sekali lagi dengan segala kerendahan hati saya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh wartawan di Indonesia” katanya.

Namun perlu diketahui, lanjut Sony Putra Waika, komentar yang ia tulis di sebuah postingan pemberitaan, yang di share oleh pemilik akun Facebook atas nama Neodemian Rafael, di group Suara Informasi Lampung Timur, yang berjudul “Warga Desa Teluk Dalem Produksi Gula Merah Racikan Tak Higienis dan Tak Berizin” pada Minggu 14 Februari 2021 lalu, bukan di tujukannya kepada seluruh wartawan se-Indonesia, namun ditujukannya kepada salah satu oknum wartawan yang telah memberitakan persoalan Produksi Gula, di Laampung Timur (Lamtim) tersebut.

Selain itu, terkait persoalan tersebut, Ia dengan di dampingi oleh Ormas GML Lampura dan Lamtim, telah melakukan perdamaian secara individu di Lamtim, kepada pihak Media yang telah menerbitkan pemberitaan tersebut, yaitu media RESOLUSITV.COM.

“Sebenernya, komentar saya itu bukan saya tujukan kepada seluruh wartawan se-Indonesia. Tapi saya tujukan kepada perorangan. Permasalahan itu juga, saya secara pribadi, sudah berdamai dengan media RESOLUSITV.COM. Sekali lagi, saya atas nama pribadi memohon maaf kepada seluruh wartawan yang ada di Indonesia, khususnya di Lampura” tegasnya.

Sementara itu, Rusdi Efendi, selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ormas GML Lampura, membenarkan bahwa, Sony Putra Waika, merupakan ketua komando Ormas GML di Lampura. Namun, permasalahan yang kini menyangkut, Sony Putra Waika, alias Kiyai Arga, merupakan permasalahan pribadi dirinya. Sedikit pun, tidak ada keterkaitannya, dengan Ormas GML Lampura.

“Saya juga menyesali atas kejadian itu, tapi apa boleh buat, semuanya sudah terjadi,” ujarnya.

Masih kata Rusdi Efendi, sebagai Ketua DPD Ormas GML, yang mewakili seluruh jajaran anggota kepengurusan, meminta maaf yang sebesar-besarnya, kepada seluruh wartawan yang ada di Lampura. Apabila komentar tang dituliskan oleh Sony Putra Waika, telah melecehkan dan merendahkan profesi rekan-rekan wartawan se-Indonesia.

Tentunya, atas peristiwa tersebut, Ormas GML Lampura, akan menerapkan Sanksi tegas terhadap Sony Putra Waika. Sanksi tegas tersebut, yaitu berupa Pemecatan terhadap dirinya dari ke anggotaan Ormas GML Lampura. Namun sebelumnya, pihaknya terlebih dahulu akan mengkaji ulang persoalan tersebut.

“Saya yang mewakili seluruh anggota Ormas GML Lampura, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh Wartawan yang ada di Lampura. Atas adanya permasalahan itu, saya juga akan memberikan Sanksi tegas yiatu berupa pemecatan kepada Sony Putra Waika” tegasnya.(*/ef).

hs-krs-22.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com