Kader Ansor Way Kanan Buat Inovasi Tanam Lada

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Way Kanan – Belakangan, lada mulai hampir punah dan alih fungsi berganti komoditas lain. Banyak petani lada yang mulai terpengaruh mengganti tanaman karena belum adanya solusi pengendalian hama tanaman ini.

Untuk melestarikan lada,  kelompok tani Sido Makmur binaan kader Ansor Basuki Rahmat, Kampung Banjar Agung, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan, membuat inovasi atau terobosan dalam pengembangan budi daya lada. Kali ini yang dibudidayakan adalah lada perdu dan stek satu ruas berdaun tunggal.

Inovasi

Untuk menjadi daerah yang maju dan berdaya saing, butuh inovasi dari berbagai sektor salah satunya sektor perkebunan. Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan karena  lada perdu dan stek satu ruas berdaun tunggal sangat menguntungkan para petani.

“Pada usia 6 bulan, lada perdu sudah mulai belajar berbuah. Bila dibandingkan tanam sulur (cara lama) kisaran 3 tahun baru mulai belajar berbuah,”ungkap Basuki Rahmat. Selain ditanam di kebun, lada perdu juga dapat ditanam dengan media pot di sekeliling halaman pekarangan rumah sebagai tanaman hias bernilai ekonomi tinggi .

Widodo, koordinator sub bidang perkebunan kelompok tani Sido Makmur, sangat mengapresiasi inovasi yang digiatkan kader Ansor Waykanan. Menurut dia, hal ini merupakan suatu terobosan yang ditunggu para petani. Ia juga berharap pemerintah daerah ataupun pusat dapat memberikan dukungan moril maupun material dalam pengembangan inovasi ini. (maw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com