KOTABUMI (HS) – Diduga enggan menyampaikan komentar terkait pembangunan menggunakan Dana Desa (DD), pihak Desa Tulung Balak Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara, justru meminta pihak lain yang mengaku sebagai pewarta guna memfasilitasi agar dapat bertemu dengannya.

Ada dugaan kuat oknum yang diketahui berinisial FS tersebut, turut terlibat didalam Desa itu sendiri, sehingga terkesan mengintimidasi wartawan yang telah menayangkan aktivitas pembangunan di Desa itu.
Seperti halnya salah satunya pekerjaan rabat beton di dusun 1 yang diduga menyalahi aturan tambrak tembok sekolah SMAN 1 Tanjung Raja, sebelumnya sempat menjadi viral dan diberitakan oleh sejumlah media massa, pekerjaan sering di sebut-sebut dibekingi oleh salah seorang oknum wartawan lokal.
“Saya ditarik mereka (Desa) tapi bukan backup, saya dari media juga, ga ada yang ga tahu sama saya.” ujarnya dalam sambungan ponsel.
Dugaan keterlibatan oknum wartawan berinisial FS di desa Tulung Balak tersebut bukanlah isapan jempol belaka, ini terbukti saat sejumlah awak media yang memuat berita terkait pekerjaan yang menggunakan Dana Desa (DD) 2019, di telepon oleh FS dan disertai perkataan yang terkesan membuat tidak nyaman wartawan yang memberitakan pekerjaan desa yang diduga dibekinginya tersebut.
“Maksud saya itu ketemuan, terkait pemberitaan itu, saya tulung balak, kalau sekedar untuk makan telpon aja saya.” ujar oknum, saat menelpon wartawan media ini. Seraya katakan, “Maksud saya kita dua ketemu, biar enak.” pungkasnya.(Efri)



