Harga Anjlok Petani Singkong Lampung Utara Menjerit

Bagikan
  • 37
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Petani singkong, Lampung Utara, kembali menjerit, terkait anjloknya kembali harga jual Singkong, komoditas yang sudah menjadi andalan masyarakat setempat.Senin (20/2/17).

Ketua Forum Petani Singkong Lampung Utara(FPSLU) Adi Rasyid, menyikapi penurunan harga singkong yang sudah ditetapkan bersama antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah beberapa waktu yang lalu.”Dari ketetapan yang telah disepakati dengan pemerintah sebesar Rp 700, kini menjadi Rp 670, perusahaan sudah wanprestasi, kalau mereka sampai menurunkan harga dari ketetapan minimal Rp 700 yang telah disepakati dengan pemerintah daerah,”ujarnya.

Sesuai dengan pesan singkat, lanjut Adi Rasyid, yang diterimanya dari pihak perusahaan PT. Sinar Laut, untuk harga singkong akan mengalami penurunan pada Rabu(22/2) dari harga dasar turun Rp.30,- menjadi Rp 658 + 20 = Rp 678 + DO.”Ini sms yang kita terima dari perusahaan Sinar Laut,”kata Rasyid.

Rasyid mengatakan, turunnya harga singkong tersebut, tentu saja membuat masyarakat kecewa. Menurutnya, itu mengingkari kesepakatan dengan pemerintah daerah yang sebelumnya sudah ditandatangani mereka.”Mereka (perusahaan) telah mengingkari komitmen dengan pemerintah. Pemerintah saja dilawan apalagi rakyat,”tegasnya.

Sehendrik General Menejer(GM) PT Sinar Laut saat dihubungi via telepon selulernya mengelak jika pihaknya hendak menurunkan harga beli singkong. Menurut dia, hingga kini pihaknya tetap dengan komitmen awal dengan harga yakni Rp 700.”Patokan kita BW(Bumi Waras). Kalau mereka naik ya kita naik juga, kalau mereka turun kita turun juga. Bahkan kita pernah naikan harga Rp 730,”katanya.

Lebih lanjut dia, menyebut, pihak akan tetap menjaga komitmen yang sudah dibangun dengan pemerintah daerah setempat.”Kita jaga komitmen ini,”singkatnya.

Sedangkan, Sanusi selaku bagian humas dari Perseroan PT Bumi Waras(BW) mengatakan, pasca pertemuan dengan pemerintah daerah beberapa waktu lalu, pihak perusahaan-nya langsung menetapkan harga dasar singkong yakni Rp 700 perkilogram(kg).”Bahkan harga pernah kita naikan hingga Rp 750, dengan harapan kebijakan itu dapat diikuti perusahaan lainnya. Namun karena tidak berpengaruh besar, maka BW menurunkan harga kembali ke harga dasar yakni Rp 700. Jadi kalau dibilang kita tidak patuh dengan kesepakatan, itu salah besar,” Terang Sanusi.(efry).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com