Belum Sebulan, Fasilitas Rest Area Gisting Rusak

Bagikan
  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – Fasilitas sarana Rest Area Gisting, Tanggamus, tak terawat dan sudah rusak, padahal belum genap sebulan diresmikan Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I.

Kurangnya kesadaran masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat memelihara dan merawat area rekreasi untuk publik, yang dibangun melalui anggaran daerah Tanggamus dan Provinsi ini, hingga miliaran rupiah, menuai kecaman masyarakat.

Terpantau dari lokasi taman Rest Area tersebut, kondisi fasilitas bangunan Rest Area utama yang berlantai dua sudah banyak yang rusak, terutama satu titik bagian plafon yang sudah rusak dan jebol dan bahan plafon berserakan di lantai.

Kemudian kondisi instalasi listrik yang sudah berantakan, terutama yang dibagian plafon tersebut menjulur tergantung, sangat berbahaya jika putus.

Selanjutnya kondisi fasilitas lainnya juga tidak berfungsi, seperti tempat mencuci tangan (wastafel) yang terkesan hanya aksesoris pelengkap di areal tersebut, malah berisi sampah membuat kesan kumuh bangunan tersebut.

“Ya, sudah rusak begini padahal belum lama dibangun, plafon sudah rusak, sepertinya kena angin atau mungkin pemasangan plafon kurang kuat. Dan juga kondisi areal sini juga kotor banyak sampah, mungkin karena belom ada kotak sampah di lantai atas ini, jadi pengunjung buang sampah sembarangan saja,” kata Dwi, Minggu (21/01/2018) salah seorang pengunjung.

Hal senada juga di katakan Veri, menurutnya pemerintah daerah juga harus merencanakan pemeliharaan dan perawatan suatu hasil pembangunan. Apalagi berupa fasilitas umum, seperti taman rekreasi dan Rest Area seperti yang ada di Kecamatan Gisting tersebut.

Sehingga apabila ada perawatan rutin, maka hasil pembangunan itu dapat bertahan lama, dan tidak menjadi objek yang malah merusak imej dan pandangan masyarakat, terutama masyarakat luar Tanggamus, karena kondisinya kumuh tak terawat.

“Masyarakat sangat berterimah kasih dengan adanya taman Rest Area ini, sebab menjadi sarana masyarakat menghabiskan waktu luang untuk rekreasi. Namun sangat disayangkan kondisi bangunan utama Rest Area sudah rusak seperti saat ini, hal ini menurut Saya, karena kurangnya pengawasan dari pemerintah, ya mudah mudahan ada solusi terbaik kedepan,” katanya.

Diketahui, anggaran biaya pembangunan Rest Area termasuk sarana pelengkap Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan lahan parkir serta yang lainnya dianggarkan mencapai Rp 2,5 Miliar, dengan luas lahan areal Rest Area dan RTH mencapai 7 ribu meter persegi,

Adapun, pembangunan RTH serta Rest Area dilaksanakan oleh Dinas PUPR Tanggamus dan Dinas Cipta Karya Provinsi Lampung, tahun
Anggaran 2016-2017 dan diresmikan Desember 2017 lalu.(sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com