Begini Proses E-Tilang

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta – Polri resmi menerapkan sistem e-Tilang di seluruh Indonesia. Kapolri Jenderal Tito Karnavian optimistis tilang dengan cara baru ini dapat mengurangi perilaku koruptif di kalangan Polisi Lalu Lintas. Lalu, bagaimana caranya?

“Setidaknya bisa mengurangi budaya koruptif,” kata Tito usai peluncuran e-Tilang di Satpas Samsat Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (16/12/2016).

“Jika mereka (pelanggar lalu lintas) ditilang atau melanggar lalu lintas, mereka tidak perlu membayar di tempat atau mengikuti sidang untuk membayar,” tutur dia.

Para pelanggar hanya boleh membayar denda pelanggaran melalui ATM terdekat sehingga hal tersebut menurutnya akan mengurangi aktivitas tatap muka, antara pelanggar dengan pihak polisi lalulintas.

Hal tersebut juga menurutnya akan mencegah terjadinya kasus pungli atau korupsi di kalangan polisi lalu lintas ketika melakukan penilangan di jalan.

Ia juga mengatakan pelayanan dalam hal SIM serta e-Samsat juga bekerja sama dengan pihak Provinsi. Sebab kalau hanya dilakukan oleh kepolisian, tidak akan berjalan.

“Sebab hal ini berkaitan dengan pelayanan masyarakat, oleh karena itu dengan adanya pemerintah daerah maka akan sangat membantu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com