Jembatan Ambruk Hambat Aktivitas Warga Desa Sidomulyo Lampung Utara

Bagikan
  • 67
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Putusnya jembatan Desa Tanjung Riang penghubung Desa Sidomulyo, Tanjung Raja, Lampung Utara, Selasa Pagi menurut Winarti, salah satu warga mengatakan awalnya dirinya sedang berada didepan rumahnya, yang berjarak sekitar 10 meter dari jembatan penghubung desa Tanjung Riang dengan desa Sidomulyo, Lampung Utara. Dirinya mendengar suara gemuruh dari jembatan yang patah. “Suaranya mirip gempa gitu, rumah Saya sampai bergetar,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (21/2/2017).

Di saat kejadian putusnya jembatan tersebut sekitar 5 menit, Winarti, melihat langsung terjadinya peristiwa tersebut, dirinya langsung berteriak jembatan roboh. Karena ketakutan longsor, karena jarak rumahnya dan jembatan tersebut sangat dekat sekitar 10 meter, keluarganya beserta tetangga lainnya berlari, bagian atas jalan. “Takut longsor kami lari ke atas jalan raya,” katanya.

Jembatan ini, lanjutnya lagi melintas di aliran‎ sungai Arum, kecamatan Tanjung Raja. Airnya cukup deras, bahkan saat patah tadi pagi, air mencapai lantai jembatan. “Saat patahnya jembatan kebetulan kosong, tidak ada yang lewat. Jadi tidak ada korban jiwa,” terang dia.

Winarti, mengatakan jembatan ini merupakan akses penghubung, antara desa Tanjung Riang dengan desa Sidomulyo. Mereka yang menggunakan biasanya anak sekolah dari warga desa Sidomulyo.karena ada jalan Alternatif lainnya tapi sangat jauh muter dua kali lipat “Anak SMP, SMA biasanya yang lewat sini. Soalnya di Sidomulyo tak ada sekolah. Mereka sekolah di desa Tanjung Riang,” Urainya, (efry).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com