Ada Potensi Konflik Lahan di Bunga Mayang Lampura

Bagikan
  • 74
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Muncul potensi konflik lahan di Bunga Mayang, Lampung Utara. Berawal tidak sepahamnya masyarakat Desa Negeri Batin, Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara, dengan PTPN7 Bunga Mayang, tentang luas lahan HGU. PTPN7 diduga melakukan penyerobotan 77,8 hektare lahan milik warga.

Berdasarkan data yang dihimpun dari peta area, masyarakat mengatakan lahan luas mencapai 400 hektare di desa setempat, telah ditetapkan sebagai HGU dan dikelola PTPN7.

Disatu sisi di lokasi bersebelahan dalam peta tersebut, terdapat 77,8 hektare lahan yang diklaim milik masyarakat, diduga pula telah diserobot PTPN7 sehingga masuk dalam HGU.

“Lahan 77,8 hektare ini milik 13 orang Desa Negara Batin, kami akan terus perjuangkan lahan itu sampai kami mati,” ujar Saiful, salah satu pemilik lahan yang juga masyarakat Desa Negeri Batin Kecamatan Sungkai Utara Lampung Utara, saat dikonfirmasi wartawan.

Diuraikanya juga, bahwa ke 13 orang pemilik lahan 77,8 hektare itu, telah sepakat dan berniat terus berjuang mendapatkan apa yang menjadi hak mereka. Mereka juga berjanji menduduki lahan tersebut.

“Ini hak kita, luas HGU sudah jelas, kenapa kok masih diambil lahan milik kami,” ucapnya.

Sejauh ini, masih kata Saiful yang juga tokoh di Desa Negara Batin, bersama para pemilik lainnya tetap berkekuatan pada Surat Keterangan Tanah (SKT) yang ada. Dirinya juga siap dijadikan saksi jika harus turun ke lapangan menunjukan batas batas di mana lokasi HGU dan lahan milik warga.

Ketika ditanya keterkaitan Pemerintah Daerah Lampung Utara, Saiful terkesan pesimis. Karena Pemkab Lampung Utara terkesan mengulur waktu dalam mencari solusi polemik tersebut.

“Sikap pemerintah terkesan mengulur waktu, kami sudah usulkan bahwa kami akan menduduki tanah kami. Kekuatan kita hanya SKT saja dan niat kuat masyarakat,” Pungkasnya. (Efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com