Soal Sunat Dana BSM, Disdik Lampung Utara Bersikap

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Pemangkasan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara. Instansi ini segera menindaklanjuti permasalahan yang melibatkan oknum kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 2 Ogan Jaya. Dia diduga tidak menyalurkan ‎‎bantuan bagi siswa miskin tahun 2016.

Kepala Seksi Pendidikan Dasar Dian Ratna Hapsari mengatakan pihaknya akan memanggil mulai kepala sekolah, operator, sampai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) guna mengetahui persoalan.

Secara rinci, Dinas Pendidikan telah mengumpulkan rekapan penyaluran utamanya untuk SD tersebut, jika nantinya ditemukan kejanggalan, Dian menyatakan akan menindak tegas. “Kami sudah melaporkan itu, dan kita tindak lanjuti dengan meng-kroscek semuanya, seperti data tertulis. Kita bicara berdasarkan data, ‎kita akan panggil kepala sekolah selaku penanggung jawab, dari pemanggilan itu, kita akan tahu titik persoalanya.” jelas Dian, Selasa (17/1)

‎Program Indonesia Pintar (PIP) ini, kata Dian, merupakan program Presiden Jokowi. Bantuan diberikan berupa dana untuk siswa kurang mampu, “Nominalnya tidak sama, ada yang Rp450 ribu dan angka minimal Rp225 ribu.” katanya.‎
Kepala Seksi Pendidikan Dasar Lampung Utara Dian Ratna Hapsari (foto: efry)

Saat ditanya, bagaimana pendapat kepala sekolah secara lisan, Dian menyatakan, yang bersangkutan hanya mengatakan akan menyalurkan keseluruhan jumlahnya, “Ya dia bilang mau salurkan semuanya,” ucap Dian menirukan keterangan Kepala Sekolah SDN 2 Ogan Jaya, Suhaili.

Wartawan akhirnya berhasil melakukan konfirmasi kepada Rano, operator di sekolah tersebut. Dia menyatakan, tidak tahu persoalan pemangkasan. Menurut dia, dana tersebut disalurkan pada awal 2016.

“Kalau masalah pemangkasan itu saya tidak tahu Pak, tapi yang saya tahu, PIP itu tidak pernah dicairkan (untuk siswa/siswi) semasa pak Suhaili. Dan itu baru 2 kali pencairan di semester pertama.” jelas dia.

Dia menambahkan kalau disekolahnya ada 120 siswa siswi penerima dan itu berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang ada. Dia mengaku SDN 2 Ogan Jaya telah dipanggil Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) pendidikan. ‎”Kalau tadi, saya dan kepala sekolah dipanggil sama UPTD, di sana kepala sekolah buat pernyataan, kalau dia sanggup menyalurkan semuanya.” tuturnya. (efry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com