Gubernur Arinal Djunaidi Bahas Kawasan Industri dan RPJMN Provinsi Lampung

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (HS) – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri Rapat Pembahasan Progres Pembangunan Kawasan Industri dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Provinsi Lampung melalui Virtual Meeting dengan Kementerian Perindustrian diruang Command Center, Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Senin (06/07/2020).

Selain dihadiri oleh Gubernur Lampung, dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik.

Rapat tersebut membahas Kawasan Industri dalam RPJMN 2020-2024 Provinsi Lampung. Kawasan Industri dimaksud diantaranya berada di Tanggamus, Katibung, Way Pisang dan Pesawaran.

Rapat juga membahas progres dan kendala-kendala yang dialami setiap kawasan. Seperti di Tanggamus, yang sedang menunggu penetapan pengelola kawasan industri dan butuh perbaikan akses jalan menuju kawasan industri dari kota Kabupaten. Kemudian Katibung yang telah dilakukan studi pendahuluan Kawasan Industri Energi Terpadu dan terdapat kedala dalam pembebasan berupa penyelesaian sengketa pribadi dibawah penguasaan lahan. Lalu Way Pisang yang menunggu Revisi Rencana Tata Ruang Kabupaten dan mengusulkan untuk pembangunan akses dari pintu tol Bakauheni-Kawasan Industri, dan di Pesawaran terdapat lebih dari dua progres serta kendala diantaranya Penyusunan Masterplan dan Rencana Strategis Kawasan Industri (2018) yang saat ini sedang direview, pembangunan pembangkit baru, gardu induk, dan jaringan transmisi berkapasitas 240 KVA, dan dan mengusulkan untuk pembangunan akses jalan Kereta Api.

Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan, ia akan berdiskusi dengan Kementerian Perindustrian untuk merumuskan dan menyatukan pemikiran agar wilayah yang akan dikembangkan bisa berproduksi dengan baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan.

“saya akan mendiskusikan dengan bapak Warsito (Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin), untuk merumuskan permasalahan yang ada. Diharapkan, kawasan industri tersebut akan banyak berproduksi. Saya akan menyatukan pemikiran tersebut agar pusat menunjuk Provinsi Lampung sebagai Kawasan Industri,” ujar Arinal. (*/Meg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com