Wow, Air Laut Rupanya Bisa Jadi Baterai

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

IBM mengungkap hasil penelitian terbarunya, yaitu baterai baru yang bahan pembuatnya berasal dari olahan air laut.

Teknologi baru ini sangat berseberangan dengan teknologi baterai saat ini, yang menggunakan cobalt sebagai bahan utama. Hal tersebut membuat permintaan cobalt meningkat karena meningkatkan pasar mobil elektrik.

Tak cuma menggunakan bahan yang ramah lingkungan, teknologi ini juga diklaim IBM bisa mengalahkan performa lithium ion dalam aspek biaya pembuatan, pengisian daya, dan efisiensi energi, demikian dikutip dari Tech Radar, Minggu (22/12/2019).

Dalam laporannya, IBM Research menyebutkan kepadatan energi di baterai barunya ini mencapai 10.000 W/L, jauh lebih tinggi dari lithium ion. Pengisian ulangnya pun hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mencapai kondisi 80%.

Dalam penelitiannya ini IBM bekerja sama dengan lembaga riset milik Mercedes Benz, penyuplai elektrolit baterai Central Glass, dan pembuat baterai Sidus untuk membantu pengembangan baterai ini secara komersial.

“Dengan menggunakan tiga materai baru ini, yang sebelumnya belum pernah dipakai di baterai, tim kami di IBM Research sudah menemukan material baru untuk baterai yang tak menggunakan logam berat ataupun bahan lain yang bermasalah,” tambahnya.

Saat ini produsen baterai sendiri memang tengah berusaha mengurangi jumlah cobalt pada baterai lithium ion buatannya. Karena dengan permintaan baterai yang terus meningkat drastis, ditakutkan bahan tambang itu akan habis dan menjadi langka.@

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com