Warga Teriak! Setahun Lebih Kerjaan 2 Sumur Bor di Desa Ogan Campang Tak Kunjung Selesai

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Sudah setahun bahkan memasuki dua tahun terakhir, dua titik Sumur Bor, yang terletak di dusun 1 dan dusun 2, Desa Ogan Campang, kecamatan Abung Pekurun, tak kunjung rampung diselesaikan.

Parahnya lagi salah satu pekerjaan sumur bor yang terletak di Dusun 2, tidak hanya pintu tower yang tidak ada, sampai dengan saat ini sumur bor tersebut tidak berfungsi serta tak dapat dipergunakan sama sekali, seperti dibiarkan jadi sarang demit, Rabu (25/11/20).

Siapa sangka, bangunan sumur bor 2 item yang telah menelan anggaran Rp 97 juta dari dana desa (DD) tahun 2019. Yang dikucurkan itu di duga dikerjakan langsung oleh oknum Pj Kepala desa beserta BPD desa setempat, tanpa melibatkan warga sekitar.

Hal tersebut diungkapkan MM (40) warga dusun 2 yang meminta namanya diinisialkan.

/iklan-bpkad-lu.jpg

“Ini kedua kerjaan anggarannya Rp 97 juta mas, bisa dilihat sendiri enggak bisa dipakai masyarakat,” Jelas MM.

Lebih lanjut MM mengatakan bahwa yang mengerjakan oknum Pj kades dan BPD yang di backup salah satu warga desa itu sendiri.

“Ini dikerjakan oknum BPD dan Pj kades mas, kita lihat dari anggarannya sepertinya di mark up,” terang MM warga desa ogan campang yang selalu meminta namanya untuk tidak ditulis jelas namanya namun ia dapat mempertangggung jawabkan keterangannya.

Pelbagai kejanggalan muncul selama proses pengerjaan, warga rukun tetangga maupun warga setempat tidak dilibatkan untuk bersama, mengerjakan pekerjaan tersebut. Beragam problem ini memicu kecurigaan warga bahkan menurut warga nilai anggaran untuk dua sumur bor yang tidak bisa di manfaatkan tersebut dinilai sangat fantastis.

“Kok bisa BPD desa yang bangun, kami menduga ada praktik korupsi dalam pembangunannya,” Tegas Mm.

Ketua BPD Alifia, ketika di konfirmasi via WhatsAap terkait keterlibatannya dalam hal pengerjaan sumur bor tahun 2019, mengatakan bahwa ia tidak pernah tau selama ini ia berada di waykanan, terlihat janggal Alifia menyarankan untuk menemui Pj kades Ibrahim dan Awaludin (warga setempat,red)

“Maaf saya di waykanan bahkan dari tahun 2019 saya di waykanan, jadi saya tidak tau masalah pekerjaan sumur bor, silahkan tanya langsung ke kades nya dan Awaludin,(Warga setempat)” Elak Alifia.

Kontras seolah setali tiga uang, terkesan ada yang ditutupi, Pj Kades Ogan Campang, Ibrahim, ketika di konfirmasi mengatakan bahwa ia sudah menegur pihak yang mengerjakannya untuk secepatnya di benahi atau di perbaiki tapi tidak ada kejelasan atau laporan sudah atau belum diperbaiki.

“Saya sudah selalu memberikan tegoran tapi nyatanya belum juga di selesaikan tinggal pintunya, Konfirmasikan saja dulu sama Awaludin” Terangnya.

Hal yang sama Awaludin (warga setempat, red) ketika dikonfirmasi ke no ponsel 0821-7528-8xxx belum memberikan jawaban walaupun nomor tersebut terlihat aktif di lihat dari pesan konfirmasi yang terkirim.

Disini terlihat sangat jelas konsfirasi antara Pj Kades dan BPD Ogan Campang, bahkan salah satu warga Awaludin, apa kontribusinya di pekerjaan Dana Desa tersebut. (efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com