Walah, Lokasi Wisata di Tanggamus ini Penuh Sampah

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Tanggamus (HS) – Areal pesisir pantai rencana wisata pantai “Muara Indah”, Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus kumuh dengan tumpukan sampah.

Menurut salah seorang warga Kotaagung Wanto, saat dikonfirmasi di areal RTH tersebut yang masih dalam tahap pembangunan, mengatakan, problem sampah di areal pesisir pantai setempat telah menjadi pemandangan sehari-hari, dan sejak lama problem atau masalah ini tidak kunjung ada solusinya.

Jadi percuma digembar-gemborkan, areal tersebut menjadi lokasi wisata pantai unggulan Tanggamus, kalau sampahnya masih menumpuk disepanjang pantai, dan terkesan kumuh.

“Kalau nantinya masih seperti sekarang ini ya percuma saja digaungkan bakal menjadi tujuan destinasi wisata unggulan, pengunjung bakal tidak betah berlama lama dipantai ini, melihat pantai yang kotor penuh sampah,” katanya, Rabu (8/11).

Wanto mengatakan, sebagai warga Kota Agung, sangatlah miris melihat kondisi seperti itu, dimana masalah sampah tak kunjung ada solusi penanganannya dari pemerintah, padahal program penanggulangan sampah seringkali di canangkan oleh pemkab dengan menggelontorkan dana yang tidak aedikit.

“Seperti dipantai ini adalah sampah kiriman dari parit-parit dan drainase yang semuanya bermuara ke laut, sedangkan warga sudah biasa membuang sampah ke parit atau drainase tersebut, sehingga sampah menumpuk di pesisir,” ujarnya.

Wanto menambahkan, sudah saatnya Pemkab bertindak tegas dengan melarang masyarakatnya, khususnya di Kecamatan Kota Agung dan sekitarnya membuang sampah sembarangan kedalam drainase, parit dan juga di tempat-tempat yang peruntukkannya bukan untuk sampah.

“Bila perlu buat perda larangan membuang sampah dalam parit ataupun drainase dengan ancaman kurungan penjara ataupun denda yang besar, kemudian aturan tersebut disosialisasikan kemasyarakat. Ya itu sekedar saran dari kami rakyat Tanggamus, kalau Kabupaten ini mau dijadikan kota wisata, tentunya kebersihan nomor satu,” imbuhnya.

Wanto juga mengharapkan Pemkab Tanggamus, menyediakan tempat-tempat sampah di jalan-jalan protokol dan dipasar-pasar tradisional, sehingga masyarakat terdidik untuk menbuang sampah pada tempatnya.

“Ya, pemkab harus menyiapkan kotak, tong ataupun wadah untuk sampah yang ditaruh di pinggir jalan ataupun dipasar pasar. Dan bila perlu pekon pekon juga diharuskan membuat tempat sampah, hidupkan sokli kelurahan atau pekon. Memang pernah ada tempat sampah di sepanjang jalan merdeka, samudra beberapa tahun lalu, nah sekarang ini pemkab tidak meyiapkan lagi kotak sampah, akhirnya banyak warga menbuang sampah keparit,” pungkasnya.(sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com