Wabup AM Syafi’i Kunjungi Asrama Mahasiswa Tanggamus Yogyakarta

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Yogyakarta (HS),- Wakil Bupati Tanggamus melakukan kunjungan Kerja ke Asrama Mahasiswa Tanggamus di Yogyakarta,

“Sebagai mahasiswa yang merantau ke Yogyakarta, kita tidak harus menjadi orang yogya atau orang jawa, tetapi jadilah orang Indonesia dengan kearifan lokal Lampung dan mampu beradaptasi dengan kehidupan di Yogyakarta. Karena mahasiswa dari seluruh suku bangsa dari Aceh sampai dengan Papua ada disini. Jadikan akulturasi budaya dari seluruh Indonesia jangan menjadikan kita hilang ciri khas Lampung pada umumnya dan Tanggamus pada khususnya, namun tetap dengan mengedepankan prinsip yang baik kita jaga dan yang kurang baik sebaiknya kita tinggalkan.” Demikian Pesan Hi. A.M. Syafi’i, S.Ag kepada mahasiswa dan pelajar dari Tanggamus di Yogyakarta yang tergabung dalam organisasi Kepematang (Keluarga Pelajar Mahasiswa Tanggamus) di Yogyakarta.

Dalam Acara Audiensi Wakil Bupati Tanggamus dengan pengurus Anggota Kepematang (Keluarga Pelajar Mahasiswa Tanggamus) di Yogyakarta, Minggu 30 Juni 2019.

Wakil Bupati Tanggamus mengawali Kunjungan Kerja (Kunker) di Provinsi DIY Yogyakarta dengan melakukan Audiensi di Asrama Mahasiswa Tanggamus di Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Karang Bendo, Gg Melati no 220, Kelurahan Bangun Tapan, Kecamatan Bantul, di dampingi oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangungan Ir. FB. Kardjiono, Kabid Litbang Haizar bersama Kasubbid Wawan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang), Kabid Cipta Karya Irvan Wahyudi Dinas Pekerjaan Umum, dan Bagian Umum Sekretariat Daerah.

Dalam acara tersebut juga hadir Penasehat dari Kepematang yang juga merupakan pengurus Asrama Mahasiswa Tanggamus yang lama.

Mahasiswa Tanggamus juga diharapkan menguasai teknologi sehingga siap dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang akan datang, dimana teknologi sebenarnya bagaikan pisau bermata dua, jika kita bisa menguasai dan memanfaatkannya maka akan menjadikan manfaat yang luar biasa besar bagi kemajuan umat manusia, namun jika kita salah dalam menggunakannya maka kehancuran umat manusia juga bisa saja terjadi di masa yang akan datang.

Contohnya sudah dapat kita saksikan sendiri bagaimana anak-anak muda sekarang dapat menjadi milyarder hanya dengan menciptakan program-program seperti Tokopedia, Bukalapak, Go-jek, Traveloka dan lain-lain yang berbasis teknologi. Bagaimana media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Whats app telah membunuh Majalah-majalah dan tabloid-tabloid cetak yang ada, karena cepatnya arus informasi yang didapat hanya dengan menggerakkan jari kita.

Tapi jika media sosial disalahgunakan maka banyak akibat negatif yang dapat terjadi, berita-berita hoaks bertebaran yang akibatnya bisa sangat merugikan semua lapisan masyarakat.

Selanjutnya dalam audiensi tersebut juga terungkap harapan-harapan mahasiswa Kepematang, diantaranya adalah kepedulian Pemda Tanggamus pada kegiatan-kegiatan seni dan budaya Kepematang yang merupakan Duta masayarakat Tanggamus di Yogyakarta, terkait dalam keterbatasan anggaran yang dimiliki agar dapat didukung oleh Pemda Tanggamus. Serta anggaran pemeliharaan rutin bagi Asrama Mahasiswa tersebut sebagai Sekretariat sekaligus pusat kegiatan antar mahasiswa Kepematang, yang mana dulu pada tahun-tahun awal peresmiannya ada anggarannya dari Pemda Tanggamus namun sekarang sudah tidak ada lagi. Ditambah dengan kondisi beberapa bagian Asrama yang telah mengalami kerusakan dan perlu perbaikan secara permanen untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, mengingat asrama tersebut bukan hanya sebagai tempat tinggal saja namun juga Pusat Kegiatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Tanggamus (Kepematang) di Yogyakarta. Diharapkan juga ada diperbanyak program-program beasiswa bagi mahasiswa miskin yang berasal dari Tanggamus yang kuliah di Yogyakarta.

Menanggapi harapan mahasiswa tersebut, Wakil Bupati Tanggamus berjanji akan memberi perhatian yang lebih pada Asrama Mahasiswa Tanggamus terkait Rehabilitasi dan pengeluaran rutin, serta kegiatan-kegiatan Kepematang di masa yang akan datang, namun karen saat ini semua pengalokasian anggaran dalam APBD harus melalui proses e-planing dan e-bagdeting sebagaimana rekomendasi KPK, maka Kepematang harus membuat proposal kepada Bupati Tanggamus agar dapat dimasukkan ke dalam penyusunan anggaran di APBD tahun 2020, dan ditunggu sampai dengan akhir minggu ini. Kemudian untuk masalah beasiswa mahasiswa miskin, Wakil Bupati juga akan mempertimbangkannya dengan memperhatikan ketersediaan anggaran daerah yang ada dan rekomendasi dari Dinas terkait. Namun beliau mengingatkan bahwa beasiswa hanya diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi yang kebetulan miskin, jadi bukan hanya karen dia miskin tapi tidak berprestasi maka tidak dapat, atau dia berprestasi tapi tidak tergolong miskin maka tidak dapat juga, mengingat keterbatasan anggaran jadi perlu dibuat pedoman teknis agar beasiswa tersebut tepat sasaran.
Hal ini juga sesuai dengan visi dan misi Bupati Tanggamus tahun 2018-2023, dimana pada misi yang kedua yaitu MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT, CERDAS, UNGGUL BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING. Ungkap Wabup AM.Syafi’i. (Meg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com