Ternyata Yuni Yanti Tak Pernah Buat Paspor di Kotabumi

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Yuni Yanti Lerang, warga Lampung Utara yang dideportasi dari Turki beberapa hari lalu, tidak pernah melakukan pembuatan atau paspor di kantor Imigrasi Kotabumi.Kantor Imigrasi Kelas III Kotabumi, Kamis (9/2/17).

Hal tersebut ditegaskan Kepala Sub Seksi Penindakan Keimigrasian Aryanto Budiman, ketika sejumlah awak media mengkonfirmasi di ruang kerjanya.

“Berdasarkan data yang ada di kami, bahwa kami tidak pernah menerbitkan paspor untuk yang bersangkutan (Yuni),” kata Aryanto kepada sejumlah media, Kamis (9/2).

Menurutnya, yang bersangkutan diketahui mengantongi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Turki. SPLP itu dikeluarkan sebagai pengganti paspor yang bersangkutan yang hilang atau bermasalah. Tanpa SPLP itu, yang bersangkutan tak akan dapat kembali ke Indonesia.

“Kemarin dari instansi terkait juga datang ke sini dan sudah kami jelaskan jika paspor yang bersangkutan bukan dibuat di sini,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Negara Turki mendeportasi Yuni Yanti Lerang warga Indonesia yang diduga berasal dari Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Wanita kelahiran Kotabumi 23 Juni 1978 ini, dikembalikan ke tanah air bersama ke 13 rekannya.

Kapolres Lampura AKBP Esmed Eryadi ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan via telepon, Rabu (8/2) membenarkan ada warganya yang dideportasi dari negara Turki.”Betul ada beberapa waktu lalu, salah satu warga Lampura yang di deportasi,” katanya

Senada dikemukakan Kasat Intelkam Polres Lampung Utara, AKP Sukimanto yang membenarkan adanya pemulangan warga asal Kotabumi dari negara Turki. “Betul ada satu warga asal Kotabumi yang dideportasi,” ujarnya.

Ketika disinggung penyebab apakah Yuni dipulangkan paksa karena akan ikut ISIS, dirinya enggan berkomentar. Sebab, yang bersangkutan sudah ditangani oleh Densus 88 anti terorisme.”Kalau pemulangan, karena pasport yang dipakai ilegal,” ucapnya.

Untuk diketahui, Rabu (1/2) sekitar pukul 22.15 WIB, datang rombongan sebanyak 14 orang yang diduga sebagai  relawan ISIS dengan menggunakan Pesawat  Emirates Airline EK 358 ETA. Mereka dijemput oleh tim densus 88 anti terorisme. Adapun ke 14 orang tersebut, diketahui Muhlisin, Abdul Hamidan Ahmad, Ahmar Siddiq, Halifah, Husna, Eka Fajarwati, Haleda Muthmainnah, Supriati, Jamaludin Khomarudin Alijam, Totok Sugiarto, Halwa Muthmainnah Tsaniyah, Linda Kurnia Sukerno, Ahbar Muzdakir Waskae, Iman  Namakule, dan Yuni Yanti Lerang. (efry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com