Terbawa Arus, Nelayan Tanggamus Belum Ditemukan

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dishub, Basarnas dan Polri, masih berupaya mencari Endi (22) nelayan, kru perahu Rahayu 2, yang tercebur antara perairan Teluk Semangka Way Som – Batu Balai-Sukabanjar, Kotaagung, Timur, Selasa (10/10) sekitar pukul 19.30 Wib.

Menurut Adi Nugroho, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanggamus mendampingi Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Romasyadi, pencarian dilakukan minimal sampai tiga hari pasca pelaporan. Zona pencarian dibagi tiga, pertama perairan Kota Agung, perairan Waysom, perairan Batu Balai.

“Dari alat pembaca gelombang, arus bawah laut mengarah ke barat, sehingga kami perluas pencarian sampai Kotaagung,” katanya, Rabu (11/10).

Adi Nugroho menerangkan, dalam proses pencarian memang terkendala kuatnya arus bawah laut, ditambah tingginya gelombang pada permukaan lautnya. Tim gabungan juga melihat kondisi tersebut, tujuannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kami tetap hati-hati, tapi sudah menyisir tiga zona itu, pertama di perairan Batu Balai, lalu siangnya pindah ke Waysom dan menjelang sore ke Kota Agung. Dari penyisiran tiga zona itu belum ada tanda-tanda adanya korban,” terangnya.

Selama proses pencarian diturunkan dua perahu karet, lalu dilibatkan juga para nelayan, sebab bisa jadi ketika mereka melaut bisa menemukan korban. Terkait kondisinya memang belum ada yang bisa memastikan apakah Endi selamat atau meninggal, namun yang pasti statusnya hilang.

“Kami berharap bisa menemukannya bagaimana pun kondisinya,” ujarnya

Sementara itu, Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, berdasarkan keterangan saksi-saksi, kejadian berawal saat perahu berbobot enam grosston itu berlayar hendak melaut pada Selasa (10/10) malam. Ketika melintasi perairan Batu Balai-Sukabanjar, Kota Agung Timur, korban hilang.

Sebelum hilang, Endi bersandar pada tiang bendera di buritan perahu. Kemungkinan karena pengaruh ombak Endi terjatuh dan langsung tercebur ke laut.

“Ketika tahu hilang nelayan satu perahu yang lain langsung berusaha mencari dengan berenang ke laut, namun tidak berhasil. Setelah satu jam pencarian akhirnya pencarian dihentikan dikarenakan cuaca sudah gelap,” katanya.

Kemudian para kru perahu melaporkan peristiwa ini ke kepolisian, dan berlanjut pada upaya pencarian. Pencarian dilakukan tim gabungan terdiri BPBD Tanggamus, Basarnas, TNI-AL, Pol Air Kota Agung, Dinas Perhubungan, kru perahu sendiri, dan nelayan lainnya. Dan sudah satu hari upaya pencairan keberadaan warga Pekon Way Gelang, Kota Agung Barat belum berhasil.

Untuk memudahkan koordinasi tim gabungan mendirikan posko di halaman Kantor Sah Bandar Kota Agung (sis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com