Tanaman Produktif di Lahan Milik Provinsi, Ada yang Bermain Main dengan Aset Pemerintah?

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Natar (HS) – Lahan tanah milik Pemerintah Provinsi Lampung diduga dimanfaatkan segelintir orang untuk mengambil keuntungan dengan menanam jagung dan padi. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Dari informasi yang beredar, lahan milik Pemprov Lampung saat Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menjabat itu akan dijadikan pengganti Terminal Rajabasa yang terletak di Kota Bandarlampung.

Ternyata, hingga saat ini tanah yang terletak di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan ini tetap ada tanam tumbuh.

Menurut warga keberadaan tanah milik pemprov Lampung tersebut sudah ditanami oleh beberapa warga berlangsung sejak lama saat Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menjabat.

“Itu sudah lama, waktu ada penggusuran di gunung,” jelas warga penduduk asli Tanjung sari kepada awak media.

Namun, hingga saat ini hasil dari tanam tumbuh yang ditanam oleh beberapa warga dirinya tidak mengetahui larinya kemana.

“Kalau hasil dari panen jagung dan padi saya ga tau kemana larinya,” pungkasnya.

Bagaimana respon Kepala BPKAD Provinsi Lampung, Marindo? Saat dikonfirmasi terkait lahan aset milik pemprov yang luput dari perhatian pemerintah, dia mengaku tidak mengetahui. Dirinya mengatakan akan mempelajari aset tersebut dengan jajarannya.

Namun hingga berita ini diturunkan, Marindo tak menggubris terkait aset milik pemprov yang diduga dimanfaatklan oleh beberapa orang untuk mengambil keuntungan dari tanam tumbuh lahan tersebut.

“Nanti kita ketemu,” jawab Marindo saat dikonfirmasi beberapa hari lalu. (Sin)

Berita telah terbit di media sindikasi www.hariansumatera.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com