Tambang Batu Ancam Situs, Wakil Rakyat Lampura Bersikap

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Polemik yang berkembang akibat adanya aktifitas penambangan batu, milik pengusaha DI, di bibir Sungai Abung Desa Sekipi Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara yang diduga menyalahi Analisa Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL), akhirnya mendapat tanggapan serius dari salah satu anggota Komisi III DPRD Lampura, Herwan Mega.

Dikatakan anggota Komisi III DPRD Lampura, Herwan Mega, bahwa pihaknya akan segera melakukan pendalaman terkait adanya dugaan pelanggaran penambangan yang berpotensi merusak cagar budaya Situs Canguk Ghaccak yang merupakan aset bersejarah milik Pemkab. Lampura.

“Kami secepatnya akan membahas permasalahan ini dalam rapat internal komisi. Pada prinsipnya, sebagai wakil rakyat, kami akan berupaya untuk semaksimal mungkin dalam hal menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Tentunya dengan merujuk pada sistem dan mekanisme yang ada,” ujar Herwan Mega, saat diwawancarai, Sabtu, (25/11), di kediamannya.

Diberitakan sebelumnya, aktifitas penambangan batu yang terletak di seberang Makam Minak Triodeso tertangkap kamera awak media pada Selasa lalu (07/11), diduga kuat operator alat berat dengan sengaja dan tanpa pengawasan membuang sisa tanah galian ke badan Sungai Abung.

Dikhawatirkan, kegiatan itu berdampak negatif pada pelestarian lingkungan dan keberadaan makam bersejarah Minak Trio Deso.

Lebih jauh diuraikan Hewan Mega bahwa meskipun usaha penambangan batu tersebut merupakan milik pribadi, tetapi aktifitas yang terkait didalamnya tidak boleh menyalahi regulasi dan/atau aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Selain terkait perijinan penambangan yang dimiliki pengusaha itu, kami juga akan mendalami tentang tujuan dari kegiatan itu,” urai Herwan Mega, politisi potensial yang dimiliki DPC Partai Demokrat Kab. Lampura.

Dijelaskannya, jika dipandang perlu, Komisi III akan melakukan kajian teknis terkait standard operasional prosedur (SOP) penambangan batu tersebut.

“Kami juga akan meninjau apakah aktifitas penambangan itu dapat mengganggu ataupun berpotensi memberi dampak negatif pada kelestarian lingkungan serta cagar budaya,” papar Herwan Mega seraya menegaskan akan secepatnya melaporkan hal tersebut pada Pimpinan Komisi.

“Kami akan tindaklanjuti dengan segera membahas persoalan ini dalam rapat internal dan jika dimungkinkan akan segera melakukan hearing dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (efry)

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com