Tak Tampak Kemeriahan saat HUT ke 74 Kabupaten Lampung Utara

Bagikan Berita

Kotabumi (HS) – Suasana Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Kabupaten Lampung Utara, terpantau kurang semarak. Dengan tidak terlihatnya pemasangan umbul-umbul maupun pernak-pernik perayaan pada kantor instansi pemerintahan setempat. 

Mengingat pada tahun sebumnya hampir setiap instansi memasang baleho ucapan HUT dan pemasangan umbul-umbul, HUT tahun ini berbeda hanya rapat paripurna istimewa saja yang para peserta rapatnya mengenakan pakaian adat.

Yang lebih menyedihkan dari pantauan media hariansumatera.com. perayaan Hari Jadi Kabupaten Lampung Utara tahun ini bukan hanya tidak ada kemeriahan layaknya yang sedang berulang tahun.

Sepi bahkan dapat dikatakan kurangnya dukungan dari berbagai pihak, baik dari Instansi dinas pemerintah serta dari pihak swasta lainnya. dapat di lihat dari sepinya karangan bunga yang dikirim ke kantor pemkab Lampura, Karangan bunga berisi ucapan selamat hanya terlihat beberapa biji papan karangan bunga.

“Padahal hari ulang tahun kabupaten, tetapi suasananya tidak terasa, memang sih bang kita masih belum bisa membuat keramain atau kumpul kumpul karena ada wabah Corona,” ucap Dian, salah seorang warga yang melintas di depan kantor pemerintah daerah setempat.Minggu, (21/06/20).

Dian mengatakan, Semestinya pemerintah daerah memerintahkan kepada dinas instansi terkait, agar dapat memasang disetiap kantor dinas masing-masing untuk mengingat bahwa lampung utara saat ini berulang tahun.

“Kalau pemerintah memberi imbauan untuk memasang umbul-umbul maka akan terlihat kepedulian semua pihak, bahkan tidak menutup kemungkinan para instansi akan kirim karangan bunga ke kantor pemda, saya yakin pasti akan terlihat meriah juga walaupun tanpa ada keramaian,” tuturnya.

Lebih lanjut Dian menuturkan, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya suasana hari ulang tahun kabupaten sudah terasa sejak jauh hari. Pemasangan baliho, umbul-umbul hingga pernak-pernik lainnya sudah dilakukan oleh kantor dan instansi pemerintah maupun swasta.

“Sedih bang kita sebagai warga masyarakat lampung utara, di ajarkan untuk tidak perduli dengan tempat tinggal kita sendiri, apakah pemerintah nya yang tidak memerintahkan atau memang sengaja pembiaran,” ketusnya.(Efri).

https://www.hariansumatera.com