Silang Pendapat Ganti Rugi Lahan Tol di Mesuji

Bagikan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  

Mesuji – Terkait polemik pembebasan ruas jalan tol Trans Sumatera yang melitasi beberapa desa di Kabupaten Bumi Serasan Segawe yang mengorbankan lahan pertanian masyarakat setempat tampaknya menggiring pendapat yang berbeda di banyak kalangan. Bahkan dua pimpinan DPRD Mesuji yakni wakil ketua I DPRD Mesuji Iwan Setiawan dan Wakil Ketua II DPRD Mesuji Musholi Rais berbeda pendapat.

Menurut Iwan Setiawan, pihaknya berharap masyarakat yang haknya dilintasi jalan bebas hambatan tersebut jangan mudah melakukan pelepasan dan membiarkan hak perkebunannya di gusur jika belum ada kejelasan ganti rugi dari pihak yang bertanggungjawab.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar mereka tidak mengizinkan semua pihak untuk mengerjakan jika belum ada kejelasan, dan jika ini menjadi masalah silahkan lapokan ke kami(DPRD-red),ini masalah mempertahankan hak,” tegas politisi Partai Gerindra, Kamis (09/03).

Namun hal berbeda di katakan Musholi Rais, politisi dari PDIP ini. Bahkan pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak rekanan, dan memastikan jika ganti rugi tanam tubuh calon jalan Tol tersebut telah selesai.

“Saya sudah komunikasi dengan pihak rekanan dan siap menganti rugi tanam tumbuh sebesar Rp 50ribu/batang,” jelasnya.

Namun saat saat ditanya desa mana saja yang telah disepakati harga tanam tumbuh tersebut? Musholi mengaku jika yang menyepakati hanya satu desa.

“Ya sementara baru Kebun Dalam Kecamatan Way Serdang,” unjarnya.

Padahal diketahui setidaknya di Kecamatan Way Serdang ada beberapa desa yang dilintasi ruas jalan tol tersebut, antara lain desa Bukoposo, Kebun Dalam, Bumi Harapan, Pancawarna, Margo Bakti, Gedung Srimulyo, serta Hadimulyo yang kesemuanya Kecamatan Way Serdang dan beberapa desa di Kecamatan Simpang Pematang,Kabupaten Mesuji.

Hendriza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com