Seribuan Hektar Tanaman Padi Terancam Puso Akibat Kekeringan di Kampung Mendasari Tulangbawang

Bagikan Berita

Rawajitu Selatam (HS), Kemarau panjang belum berahir, seribuan hektar tanaman padi sawah puso akibat kekeringan di Kampung Medasari, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang, para Petani terancam gagal panen, Sabtu (21/09/2019).

Menurut beberapa petani, lahan tanaman padinya suda 60 hari lebih tidak mendapatkan air, lahan sawah mengering tanahnya retak-retak, tanaman padi disiang hari layu, umur padi baru 50 hari sedang membutuhkan air banyak, meskipun bisa dipanen hasilnya tidak maksimal.

Kekeringan tahun ini sangat parah, hasil panenan gabahnya menurun drastis, 1 hektar hanya bisa menghasilkan gabah puluhan karung, jika nasib tidak beruntung buliran gabah keluar kopong. Padahal nenan musim rendeng biasanya mendapat gabah 7 ton/hektar, kata beberapa petani.

Menurut Guntur Ketua Taruna Tani kampung Medasari kepada hariansumatera.com mengatakan, kemarau panjang tahun ini tidak saja mengeringkan lahan tanaman padi sawah, saluran irigasi juga kering kerontang. Luasan lahan tanaman padi sawah di Kampung Medasari mencapai 1200 hektar, semuanya kering tanahnya retak-retak. Menurutnya sulit mengatasinya kecuali pemerintah memberikan bantuan sumur bor di beberapa titik dilahan sawah.

Kancil tokoh masyarakat Rawajitu Selatan. setiap musim kemarau ribuan hektar tanaman padi sawah kekeringan, dimusim hujan air sulit masuk kelahan akibat semua saluran mengalami kedangkalan dan banyak pitu air rusak.

Daerah yang saluran irigasinya dangkal dan pintu air semuanya rusah terdapat di Kampung Medasari, Hargo Mulyo, Yuda Karyajitu, Hargo Rejo dan Kampung Karyajitu Mukti, semuanya perlu ada pengerukan dan perbaikan pintu-pintu air. (yuna)

https://www.hariansumatera.com