
Bandar Lampung (HS) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan materi “Simbol dan Identitas Kebudayaan Mesuji” di ruang pertemuan Hotel Emersia Bandar Lampung, 6-7 Oktober 2021. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Syamsudin S.Sos, tadi malam.
Membacakan sambutan Bupati Saply TH, Sekdakab Syamsudin menyatakan pentingnya masyarakat Mesuji memiliki simbol dan identitas budaya yang disepakati bersama. Dia mengharapkan berkumpulnya tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dalam ruang diskusi akan menghasilkan nilai-nilai yang disepakati sebagai simbol dan identitas budaya Mesuji.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi S. Nugraha S.H., M.H., Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ronal Nasution, S.STP, tokoh adat Mesuji Hairi Sinungan, dan pemuka masyarakat lainnya.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Andi S. Nugraha dalam laporan pembukaan menyampaikan kegiatan tersebut diikuti 15 tokoh adat dan budaya, 4 narasumber yang berkompeten memberikan masukan atas upaya pemerintah kabupaten menggali potensi budaya, kesenian, dan sejarah Mesuji.
Dia berharap, kegiatan diskusi akan menghasilkan kesepakatan penting agar Kabupaten Mesuji memiliki identitas dan simbol budaya representasi masyarakat. Materi yang dibahas antara lain fokus isu yang dituangkan kedalam pertanyaan sebagai berikut:
- Cagar Budaya apa saja yang akan di Regristrasikan/diakui tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional;
- Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) apa saja yang akan di Regristrasikan/diakui tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional;
- Apakah Pakem Kesenian dan kebudayaan Kabupaten Mesuji rumpun Lampung atau Sumatera Selatan;
- Apakah rumpun tersebut tidak jadi perdebatan jika memilih salah satu rumpun.
Diskusi menghadirkan narasumber budayawan akademisi Ir. Anshori Djausal, MT, I Made Giri Gunadi, SS..M.Si, Dr. I Wayan Mustika, M.Hum, dan Ronal Nasution, S.STP.



