Sejumlah Pihak di SDN 10 Kedondong Pesawaran Resah, Ada Apa?

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pesawaran (HS) – Sejumlah tokoh masyarakat, dewan guru, serta tenaga honorer di Sekolah Dasar Negeri 10 Desa Pasar Baru, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran resah. Ada apa?

Keresahan itu tentu ada sebab. Satu yang menonjol adalah sikap Zulpie S.Pd., kepala sekolah, yang dinilai arogan dan temperamental. Lainnya, sudah bukan rahasia lagi, soal pengelolaan anggaran.

Menurut Ebi (bukan nama sebenarnya) salah seorang Wakil Ketua Komite Sekolah, struktur dan manajemen di SDN 10 tersebut tidak transparan. Imbasnya, kata dia, pengelolaan anggaran carut marut. “Semua serba tertutup!” cetusnya, Senin pekan lalu.

Ebi mengatakan, besaran insentif honorer tak sesuai harapan, pun soal nominal dana BOS yang diterima. “Penggunaan dana BOS amburadul, buat apa saja, semua serba tertutup,” dia mengeluhkan.

“Insentif tenaga honorer Rp1 juta per triwulan. Operator sekolah Rp1,2 juta per triwulan. Sedangkan guru honorer sekitar Rp1,5 juta sampai Rp1,8 juta per triwulan. Saya sendiri selama menjadi wakil ketua Komite menerima tunjangan hanya Rp100 sampai Rp150 ribu per triwulan,” urai Ebi.

Menurut Ebi, jika dibandingkan sekolah lain, besaran insentif tenaga honorer bisa mencapai Rp1 juta per bulan.

Kondisi itu membuat pria ini memilih mengundurkan diri dari jabatan wakil ketua Komite Sekolah.

Salah seorang anggota dewan guru yang tidak mau disebutkan namanya juga menyampaikan keluh kesah. Dia mengaku kasihan dengan operator sekolah. Honornya kecil. Tak sebanding beban kerja. Terlebih saat mengurus pencairan PIP.

Terkadang, kata dia, orang tua murid memberikan uang tanda terima kasih untuk operator sekolah tersebut. “Mirisnya, uang itu malah diminta kepala sekolah, dalihnya untuk memberi uang kepada wartawan, atau sekadar dia beli rokok,” kata sumber tersebut.

Belum lagi, kata dia, bangunan sekolah yang kian memprihatinkan.

Apa jawaban Zulpie sang kepala sekolah? Dia menolak tuduhan arogan dan temperamental. Apalagi soal pengelolaan anggaran yang dinilai tertutup.

Zulpie S.Pd., Kepala Sekolah SDN 10 Kedondong

“Dana BOS itu ada 11 item kegiatan. Kalian wartawan tidak paham dan tidak mengetahui kegunaan BOS di 11 kegiatan. Jika kalian masih tetap memaksa bertanya ke saya, akan menimbulkan clash (gesekan). Saya ini Korcam lo,” jawab Zulpie dengan nada emosi.

Dia mengatakan keluhan dan keresahan itu bukan urusannya. Dia juga mengaku tersinggung ketika dikonfirmasi soal pengelolaan dana BOS di SDN 10 Kedondong tersebut.

“Bukan hak kalian wartawan bertanya soal Dana BOS. Komite sekolah saja cuma boleh tahu programnya, bukan dana,” kata Zulpie. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com