Tiga Ruang Kelas SD Negeri 1 Penanggungan Kota Agung Rusak Parah

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Sekolah Dasar Negeri I Penanggungan Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus, yang berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Dan memiliki 170 siswa/i, kini kondisinya sangat memperhatinkan dan menjadi kehawatiran para guru yang mengajar di sekolah tersebut, takut bangunan yang sudah terlihat rapuh roboh dan menimpa siswa/i pada saat kegiatan belajar mengajar, Senin (22/06/2020)

Adapun bangunan kelas yang sudah sangat menyedihkan dan tidak layak digunakan murid untuk menuntut ilmu, yakni ruang kelas I,II Dan III. Dimana kerusakan tersebut sangat nampak dari luar seperti plaponnya yang jebol dan mengurai, tidak hanya itu ketika kita masuk di tiga ruang tersebut atap gedung ketika hari cerah sinar matahari pun tembus kedalam ruangan, begitu pun ketika turun hujan atap tak mampu menahan air hingga membasahi sebagian ruangan kelas, sehingga kegiatan belajar mengajar di tunda.

Lusiyana guru SD Negeri I penanggungan mengajak media ini untuk melihat kondisi dari bangunan tersebut, sambil berjalan mengarah di tiga ruang kelas yang sudah tidak layak lagi untuk ditempati kegiatan belajar dan mengajar karna kondisi yang sangat memperhatinkan beliau berharap agar segera dari dinas terkait menanggapi dan secepatnya dilakukan pembangunan takut bangunan roboh dan menimpa siswa/i pada saat belajar dan mengajar.

” kondisi bangunan ini rusak nya sejak tahun 2015, pada waktu itu karna bangunan sudah tidak kuat menahan beban dan turun hujan lalu bangunan tersebut rubuh, kemudian dilakukan rehab ringan. Dan setiap kali ganti kepala sekolah kami juga mengusulkan dengan membuat proposal agar ada perbaikan, namun semua nya itu sia-sia tidak ada respon positif”.ujarnya

Lanjutnya, beliau mengaku ketika cuaca kurang mendukung seperti turun hujan dan angin kencang mereka menunda kegiatan dan keluar ruang kelas untuk menyelamatkan diri takut terjadi musibah.

“Miris pak bagi kami sedih, terus terang anak-anak kami pada saat kegiatan belajar ketika turun hujan kami guru-guru menyingkirkan anak-anak di bagian yang tidak bocor, dan mereka tidak belajar ditunda sampai hujan selesai karna takut ambruk. Kami sebagai guru merasa gemetar takut akan ada kecelakaan. Makanya ketika terjadi angin lebat anak-anak kami giring keluar dari pada nanti kita ada musibah mending kita keluar, hanya itu yang kami lakukan.” Terangnya lusi

Kepada dinas terkait seperti kepala Dinas pendidikan pihak sekolah berharap agar melakukan perbaikan sebelum bangunan rubuh dan memakan korban.

“Kami berharap dari dewan guru beserta jajaran agar secepatnya dibangun agar kami epektif dalam kegiatan belajar dan mengajar merasa tenang tidak ada lagi ada perasaan was-was. ketika turun hujan dan kalau ada angin kami tidak lagi harus keluar kelas.” Harapnya lusiyana

Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, melalui Andi, bagian Sapras menyayangkan pihak sekolah kurang memahami pentingnya mengisi data depodik yang sesuai dengan kondisi sekolah tersebut, hanya karna ingin mengejar akreditasi.

“Berdasarkan data dapodik yang kami himpun pertiga Juni 2020, dimana informasi dari sekolah tersebut mengalami rusak sedang atau ringan. kami berharap kepada pihak sekolahan, agar segera memperbaiki data dapodik sehingga kami bisa melakukan perbaikan gedung tersebut ditahun 2021. Kemudian untuk langkah awal hari rabu besok kami akan turun kelokasi dan melihat langsung kondisi gedung tersebut.” tandasnya.(Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com