Satu Desa Satu Lapangan Belum Tampak di 4 Desa

Bagikan
  • 18
  •  
  •  
  •  
  •  

KOTABUMI (HS) – Program Satu Desa Satu Lapangan (SDSL) yang seyogyanya diterima 4 (empat) desa di Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2017 ini mengalami stagnansi (kemandekan). Diketahui, empat desa yang berada di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Kotabumi Utara, Sungkai Selatan, Abung Semuli, dan Tanjung Raja telah melengkapi syarat pemberkasan proposal program SDSL. Namun sampai ini belum satupun dari desa yang dimaksud terealisasi program yang berada di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tersebut.

Kepala Desa Margorejo Kec. Kotabumi Utara, Andi Sabak, menuturkan bahwa Program SDSL sudah sejak tahun lalu diajukan melalui Disporapar Kab. Lampung Utara. Berkas persyaratan pengajuan Program SDSL sudah dua kali dikirimkan. Di awal tahun 2017 lalu, pengajuan program tersebut dikirimkan langsung ke Kemenpora RI. Namun beberapa bulan kemudian, pihak Disporapar Kab. Lampura menyampaikan bahwa program tersebut harus diajukan melalui pihak mereka terlebih dahulu. Mengingat pentingnya keberadaan lapangan yang representatif guna mendukung perkembangan olahraga sepakbola di Kab. Lampura, serta ketersediaan lahan di Desa Margorejo yang telah memenuhi persyaratan, maka pamong Desa Margorejo mengajukan persyaratan administrasi kepada Dispora Lampura.

Pada kenyataannya, Program SDSL di Kabupaten Lampung Utara terindikasi mengalami kemandekan.

“Kami minta kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, dalam hal ini Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, untuk bekerja lebih serius menangani program ini. Kami sangat berharap agar Disporapar Lampura segera menelusuri program dimaksud agar dapat segera terealisasi. Karena, lokasi lapangannya sudah kita siapkan sesuai dengan ketentuan yang diinstruksikan Kemenpora RI. Kok, sampai sejauh ini masih belum ada tanda-tanda bakal diwujudkan. Ada apa sesungguhnya? Kalau memang gak jelas, ya segera diinformasikan dong. Karena kami sudah menyiapkan rencana pengembangan agrobisnis di lokasi tersebut, jika Pemkab Lampura tidak mampu mendapatkan program pusat dimaksud. Kita realistis saja, jika lapangan itu kita jadikan areal perkebunan, sudah jelas Pendapatan Asli Desa yang bakal diterima dalam satu tahun lebih ini,” papar Kades Margorejo, Andi Sabak, Jum’at, (22/09), saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Lebih lanjut dikatakan Andi Sabak, idealnya Disporapar Lampura proaktif dalam menyambut program Kemenpora RI tersebut.

“Kami meminta kepada Disporapar Lampura agar menanyakan kejelasan tentang Program SDSL ke Kemenpora RI. Program itu kan dari tahun lalu sudah diinformasikan oleh pusat. Apalagi ini juga erat kaitannya dengan pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga, khususnya sepakbola, di Kabupaten Lampung Utara,” jelas Andi Sabak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporapar Lampura, Mas’ud, mengatakan bahwa Pemkab Lampura baru akan menanyakan kejelasan Program SDSL ke Kemenpora RI, pada Senin mendatang, (25/09).

“Kalau tidak ada halangan, Senin nanti saya baru dapat ke Jakarta dan langsung ke Kementrian guna menindaklanjuti proposal yang telah kami ajukan terkait dengan Program SDSL,” ujar Kabidpora, Mas’ud, Jum’at, (22/09), sesaat sebelum memasuki ruang rapat di kantor Disporapar Kab. Lampura.

Dijelaskan Mas’ud bahwa program tersebut masih dalam proses. “Pasti kami beritahukan jika memang dapat terealisasi dalam waktu dekat. Namun bukan tidak mungkin realisasi program tersebut pada 2018 mendatang. Tapi nanti kita tanyakan dulu kapan kepastiannya,” jelas Mas’ud. (efri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com