Rumah Mustafa Digeledah KPK

Bagikan
  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta – Penyidik KPK menggeledah rumah dinas Bupati Lampung Tengah Mustafa terkait kasus suap pinjaman daerah Rp 300 miliar dari PT SMI. Atas pengeledahan itu, KPK menyita sejumlah dokumen.

“Dari lokasi tersebut penyidik menyita sejumlah dokumen terkait pengajuan pinjaman kepada PT SMI,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Selain itu, KPK juga menggeledah kantor Bupati Lampung Tengah, kantor DPRD Lampung Tengah, kantor Dinas Bina Marga dan kantor Dinas Perumahan Rakyat & Kawasan Pemukiman. Pengeledahan itu dilakukan oleh 3 tim penyidik secara paralel.

“Geledah dilakukan oleh 3 tim secara paralel pada pukul 10.00-15.00 WIB,” ucap Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pinjaman daerah APBD Lampung Tengah 2018. Adapun para tersangka adalah Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman. Natalis dan Rusliyanto diduga menerima uang.
KPK menduga adanya suap untuk anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait persetujuan DPRD atas pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar. Pinjaman daerah rencananya akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah.

Untuk mendapatkan pinjaman itu, dibutuhkan surat pernyataan yang disetujui atau ditandatangani bersama dengan DPRD sebagai persyaratan MoU dengan PT SMI. Diduga ada permintaan dana Rp 1 miliar untuk mendapatkan persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan tersebut.

Mustafa diduga memberikan arahan soal dana suap kepada DPRD Lampung Tengah.@

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com