RS Medika Insani Akhirnya Respon dan Beri Kompensasi ke Warga

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Rumah Sakit (RS) Medika Insani, Desa Tanjung Baru, Bukit Kemuning, Lampung Utara. akhirmya merealisasikan keinginan warga sekitar yang beberapa waktu lalu mengeluhkan adanya aroma tidak sedap yang dikeluarkan melalui saluran instalasi pembuangan air limbah (IPAL) rumah sakit dimaksud.

Kesepahaman bersama warga sekitar itu berlangsung pada Jum’at lalu, 29 Mei 2020, bertempat di ruang aula rumah sakit setempat dan dituangkan dalam bentuk salinan berita acara Sosialisasi Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Medika Insani.

“Ada sejumlah 17 kepala keluarga (KK) yang hadir dalam sosialisasi tersebut yang menyepakati hasil musyawarah untuk mufakat dan diberikan kompensasi untuk warga sekitar,” kata Sugeng Mursidi, salah satu owner RS Medika Insani, Kamis, 3 Juni 2020, saat melangsungkan konferensi pers dengan wartawan.

Sugeng Mursidi menyatakan bentuk kontribusi yang diberikan pihaknya kepada warga setempat, berupa akan membuat bak atau kolam ikan sebagai penampung akhir dari limbah cair yang berasal dari limbah rumah sakit.

“Dan warga yang hadir menerima hal tersebut. Sementara, pihak rumah sakit memberikan kebebasan kepada warga yang akan memanfaatkan hasil dari kolam ikan untuk kebutuhan warga,” ujar Sugeng, yang didampingi Direktur RS Medika Insani, dr. Lolin Lala Marsela.

Ditambahkannya, pihak rumah sakit juga akan melakukan pengecekan air sumur warga sekitar area pembuangan limbah secara berkala.

“Pengecekan air sumur warga sekitar area pembuangan limbah akan dibawa ke laboratorium kesehatan daerah di Bandarlampung setiap 6 bulan sekali dan untuk pengecekan air bersih berupa sumur warga secara periodik, satu bulan sekali,” imbuh Sugeng.

Senada, Direktur RS Medika Insani, dr. Lolin Lala Marsela, mengatakan, pihak rumah sakit juga akan melakukan penambahan kegiatan CSR RS Medika Insani.

“Penambahan kegiatan CSR RS Medika Insani dalam wujud membantu warga yang hadir pada saat sosialisasi pengelolaan limbah, berupa memberikan jaminan kesehatan penanggungan pembayaran (JKN-KIS) BPJS Kesehatan kelas 3, tertanggal bulan Juni 2020 bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri dan yang belum punya jaminan BPJS Kesehatan,” tutur dr. Lolin Lala Marsela.

Sementara itu, sejumlah warga yamg berada di seputaran lingkungan RS Medika Insani membenarkan jika telah mengikuti Sosialisasi Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Medika Insani, Jum’at lalu, 29 Mei 2020.

Sukiman, (50), warga setempat, mengatakan, aspirasi warga sekitar telah diakomidir oleh pihak rumah sakit.

“Ya, Pak. Kami warga di sini sudah bertemu dengan pihak rumah sakit. Alhamdulillah yang menjadi harapan kami selama ini dapat terealisasi secara kekeluargaan. Mudah-mudahan jalinan selama ini terbangun dapat lebih baik lagi ke depannya,” ujar Sukiman yang diamini rekannya, Hasri, (46), saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 3 Juni 2020, di lokasi.

Terpisah, Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampura, M. Luzirwan, menegaskan, terkait administrasi pembuangan limbah cair (PLC) rumah sakit tersebut telah selesai dan diserahterimakan.

“Selain pengurusan administrasi PLC yang telah diselesaikan, kami sampaikan bahwasanya untuk saat ini tempat penampungan hasil akhir pengolahan limbah serta saluran instasi pembuangan limbah cair (IPAL) sedang dalam tahap pembangunan,” tutur M. Luzirwan, kepada wartawan, Rabu, 3 Juni 2020, di ruang kerjanya.

Luzirwan juga menyampaikan terkait pembuatan saluran IPAL dan AMDAL di RS Medika Insani telah mengikuti arahan serta saran yamg diberikan tim DLH Lampura.

“Ya, sudah kami sarankan agar hasil akhir pembangunan IPAL maupun pengelolaan tempat penampungan sampah sejenis sampah rumah tangganya yang akan bersentuhan langsung dengan AMDAL supaya tetap merujuk serta mengikuti aturan dan/atau prosedur berlaku,” pungkasnya. (ef/di).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com