Respon Bupati Soal Penemuan Tugu Zaman Jepang di Lampung Utara

Bagikan
  • 48
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Bupati Lampung Utara H. Agung Ilmu Mangkunegara segera memerintahkan dinas melakukan pengecekan dan penelitian keberadaan tugu yang diduga peninggalan zaman Jepang. Tugu ini ditemukan warga Desa Dwikora, Bukit Kemuning, Lampung Utara, Selasa (13/11/18).

“Saya  sangat mengapresiasi penemuan tersebut oleh warga Desa Dwikora, akan kita perintahkan Satker terkait mengecek dan melakukan penelitian terkait tugu tersebut sejauh apa dan sebuah apa tugu itu,” kata Bupati Agung.

Disinggung adanya beberapa orang Jepang yang sengaja datang untuk mencari tugu tersebut sebelum diketemukan oleh warga Desa Dwikora. Bupati Agung dengan lugas menerangkan tentunya hal itu mungkin  menjadi hal yang luar biasa. ”Kita akan mengeceknya dahulu kebenarannya dan keberadaanya, saya tidak bisa berandai-andai dan apabila ini benar tugu yang dicari oleh orang Jepang terkait. Tentunya kita tidak akan menjualnya pada mereka tapi kita hanya memberitahukan tempat itu dan selanjutnya mengelolanya semogga bermanfaat bagi masyarakat Lampung Utara,” jelasnya.

Sementara itu Ketua LVRI, Saleh Ahmad meminta kepada Pemerintah Kabupaten setempat untuk segera menindaklanjuti akan temuan tugu peninggalan zaman Jepan tersebut, “Pemerintah harus segera menindaklanjuti sebab saya yakin itu ada apa-apanya.  Mungkin orang yang dahulu membuat tugu Jepan tersebut ditembak mati hingga tidak tahu dan dapat menjadi saksi keberadaan tugu itu. Jadi  saya yakin itu pasti ada apa-apanya,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Dwikora, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara temukan tugu yang diduga peninggalan zaman Jepang dikarenakan disekitar tugu terdapat tulisan yang diduga bahasa Jepang. Dan, bahkan  selama ini tugu itu pun telah dicari oleh beberapa orang yang diketahui dari Negara Jepang dengan mengiming-imingi akan memberikan uang 20 juta rupiah bagi yang mengetahui keberadaan tugu tersebut.

Sayangnya setelah tugu itu diketemukan tanpa sengaja oleh salah seorang warga Desa Dwikora,  hingga saat ini pun beberapa orang Jepang tersebut tidak lagi kembali datang ke Desa Dwikora tersebut. Mengapa tugu yang berada di tengah hutan kawasan Lampung Utara itu dicari dan begitu berarti bagi beberapa orang Jepang tersebut dan bahkan akan memberikan uang kepada warga yang mengetahui keberadaan tugu itu.

Joyo penemu tugu, warga Desa Dwikora, Bukit Kemuning itu menceritakan pada tahun 1997 jika dirinya pergi ke hutan seorang diri untuk menjerat ayam hutan. Seraya menunggu jeratan tersebut, dirinya tertidur dan bermimpi ada seseorang datang memintanya untuk naik ke puncak hutan, ”Saya terbangun, tiba-tiba saja kaki saya melangkah terus ke atas dan menemukan tugu itu,” ujarnya, Senin 12 November 2018.

Dijelaskannya, panjang tugu sekitar satu meter enam puluh senti meter dan besar tugu sekitar tujuh puluh sentimeter serta dari sisi samping empat puluh senti meter,”Sebelum tugu itu saya temukan, memang ada beberapa orang Jepang datang ke Desa ini bertanya pada warga siapa yang tahu dan lihat tugu itu. Kata orang Jepang itu, akan diberi uang 20 juta rupiah, saya temukan itu tanpa sengaja dan bahkan setelah saya temukan saat ini orang Jepang itu tidak lagi kembali ke Desa ini,”jelasnya.

Ditambahkannya, butuh waktu satu hari penuh untuk menuju ke tugu tersebut,”Tugu itu ada seperti garis penunjuk tiga arah, dan hingga saat ini tugu tersebut masih ada,” jelasnya.(Efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com