Raperda Zonasi, Nelayan Lampung Timur Tolak Zona Penambangan Pasir

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Labuhan Maringgai (HS) – Nelayan Lampung Timur mayoritas menolak wilayah laut mereka terdapat area penambangan pasir. Hal itu terungkap pada pertemuan di Balai Desa Marga Sari, Lampung Timur, siang ini. Itu sebabnya, nelayan meminta pemerintah provinsi untuk mencoret poin penambangan pasir di rancangan peraturan daerah tentang zonasi (Raperda Zonasi) di perairan Lampung Timur.

Nelayan meminta pemerintah lebih fokus menata zonasi laut untuk kepentingan nelayan dan konservasi. Pertemuan yang dihadiri rakyat Lampung Timur, tokoh nelayan, dan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) setempat, tersebut juga menjadi ajang keluh kesah nelayan.

Setidaknya, nelayan mengeluhkan masih maraknya perompakan di tengah laut dan friksi antar mereka karena perbedaan alat tangkap ikan. “Pemerintah harus hadir sebagai pengayom dan regulator bagi kemaslahatan kehidupan nelayan dan lingkungan alam,” ujar Ketua DPC HNSI Lampung Timur Bayu Witara.

Bayu menambahkan, wilayah perairan Lampung Timur memiliki banyak persoalan menyangkut hajat hidup nelayan. Seperti perompakan, penggunaan alat tangkap yang terlarang, dan gesekan area tangkap. Dia meminta pemerintah dan perangkatnya untuk lebih dahulu menyelesaikan persoalan mendasar tersebut.

“Kalau ditambah dengan zonasi penambangan pasir, nelayan dan masyarakat pesisir di Lampung Timur masih akan banyak terbebani kehidupannya,” ujar Bayu. (awd)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com