Polisi Benarkan Lima Korban Tertimpa Parkiran Ambruk di SDN 2 Pekon Sinar Semendo Talang Padang Tanggamus

Bagikan Berita

Tanggamus (HS) – Paska peristiwa ambruknya parkiran sepeda motor di SD 2 Pekon Sinar Semendo Kecamatan Talang Padang yang menimpa 5 siswi.

Menurut Kapolsek Talang Padang, AKP Bambang Sugiono, peristiwa ambruknya parkiran motor SDN 2 Pekon Sinar Semendo terjadi hari Jum’at 26 Januari 2024 sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat ambruk, parkiran kendaraan motor tersebut digunakan beraktifitas oleh para siswa-siswi SD 2 Sinar Semendo sedang dalam jam pelajaran (P5) Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu kegiatan menanam tanaman apotik hidup.

“Ambruknya parkiran itu, menimpa 5 siswi yang sedang berada di area parkiran sehingga dilarikan ke Puskesmas terdekat dan ada yang di rujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu,” kata AKP Bambang Sugiono dalam keterangan melalui Humas Polres Tanggamus, Senin (29/01/2024).

Bambang melanjutkan, adapun identitas siswi yang tertimpa diantaranya Alya Salsabila mengalami lecat dan lebam di Pinggang. Alia Maharani mengalami lebam di Pinggang.

Kemudian, Intan Nur Aisyah bengkak dibagian telinga. Cyntia Ramadani dan Seza Asyfiona mengalami luka di tangan.

“Parkiran sepeda motor yang ambruk terbuat dari bahan kayu dan beratap asbes diperkirakan parkiran tersebut berdiri lebih dari 13 tahun yang lalu,” ujarnya.

“Untuk semua korban sudah kembali kembali ke rumah masing-masing. Dan saat ini masa proses pemulihan,” lanjutnya.

Kapolsek menambahkan, atas peristiwa itu juga, Kapolres Tanggamus juga telah bertemu dengan para siswi beserta keluarganya, sekaligus memberikan bantuan “Polres Tanggamus Peduli” di Mapolsek Talang Padang.

“Untuk bantuan Polres Tanggamus Peduli diserahkan langsung oleh Kapolres Tanggamus dalam kegiatan dan bincang sederhana sebagai upaya Kapolres mengetahui kesehatan para siswi yang terdampak musibah,” imbuhnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, diharapkan pihak sekolah dapat memeriksa bangunan tidak terpakai agar diperhatikan keamanannya.

“Kami imbau kepada kepala sekolah jika ada bangunaan tidak terpakai agar tidak digunakan untuk kegiatan,” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya peristiwa itu diketahui terjadi pada saat pelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu kegiatan menanam tanaman apotik hidup seperti laos, jahe, kunyit dan serai.
Dan tanaman tersebut dibawa oleh masing-masing siswa/i SDN 2 Sinar Semendo Talang Padang.

Kelalaian guru dan kepala sekolah menyebabkan murid terluka, menjadi perhatian khusus, sebab guru tidak memperhatikan ketika murid-muridnya belajar tapi ditempatkan dibawah parkiran bobrok berbahan kayu, beratap asbes telah yang berdiri belasan tahun tanpa memperhatikan keselamatan.

“Kalo informasinya, parkiran motor itu sudah lama tidak digunakan sebagai parkir kendaraan. Ya kasian anak-anak. Saya rasa, Kepala sekolah dan dewan guru harus bertanggungjawab,” kata warga setempat.

Hingga saat ini terus dihimpun informasi para korban maupun keterangan dari pihak sekolah. Pihak berwenang harus mengambil tindakan sehingga kejadian serupa tidak terulang. (**)

https://www.hariansumatera.com